Rabu
04 November 2026 | 4 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Berdayakan Toko Kelontong Berbasis Koperasi

pdip-jatim-risma-pahlawan-ekonomi-wiyung

SURABAYA– Pemkot Surabaya berkomitmen untuk mendorong pemilik toko kelontong di menjadi lebih berdaya di tengah kepungan sedikitnya 600 minimarket yang tersebar hingga di wilayah perkampungan.

Komitmen itu diwujudkan dengan menggelar sosialisasi pemberdayaan dan pengelolaan toko kelontong berbasis koperasi di Graha Sawunggaling, Jumat (31/3/2017).

Acara tersebut dihadiri sekitar 300-an pemilik toko kelontong yang merupakan perwakilan dari 31 kecamatan di Surabaya.

Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan, sudah saatnya bagi pemilik toko kelontong untuk maju bersama dalam wadah koperasi.

Dia mengibaratkan lidi yang lemah bila hanya sendirian tetapi bisa kuat bila bergabung bersama. Terlebih dalam menghadapi persaingan usaha dengan toko modern (minimarket) yang tentu memiliki modal lebih besar dibanding toko kelontong.

“Melalui pertemuan ini, saya ingin menyiapkan panjenengan semua agar memiliki kekuatan yang sama seperti mereka. Salah satu caranya, dengan bergabung di koperasi. Dengan bergabung di koperasi, panjenengan akan merasakan banyak keuntungan,” kata Risma.

Kader PDI Perjuangan ini menambahkan, Pemkot Surabaya selama ini sudah menerapkan aturan untuk pengaturan posisi toko modern demi untuk memberikan peluang bagi toko kelontong untuk tetap berkembang.

Namun hal itu tidak selamanya bisa diandalkan. Sebab, yang terpenting adalah bagaimana para pemilik toko kelontong, bisa bersaing.

Selama ini, jelas Risma, ada beberapa hal yang membuat pemilik toko kelontong tidak mampu bersaing dengan minimarket. Di antaranya karena faktor penataan toko dan pelayanan dari pemilik toko.

Dia mencontohkan, tidak sedikit pemilik toko kelontong yang kurang ramah, bahkan judes ketika melayani pembeli.

“Yang terpenting itu pelayanan. Katanya pembeli itu raja, tetapi pelayanannya kurang bagus, tidak ramah. Penempatannya juga nggak bagus. Orang mau beli tapi jalan lewatnya ditutupi galon atau tabung elpiji. Itu alasannya kalah bersaing. Harus bisa diubah menjadi lebih baik,” sambung wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Sedang Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Eko Haryanto mengatakan, Pemkot Surabaya telah memiliki mantri ekonomi yang salah satunya bertugas untuk memberikan pelatihan kepada pemilik toko kelontong agar usahanya bisa lebih berkembang.

Hingga kini, kurang lebih ada 70 an mantri ekonomi tersebar di 31 kecamatan di Surabaya.

Menurut Eko, pihaknya akan fokus membenahi beberapa hal yang selama ini menjadi permasalahan bagi pemilik toko kelontong. Di antaranya produk yang dijual monoton dan teknik penataan barang yang terkadang semrawut.

“Mantri ekonomi ini yang akan melakukan pelatihan untuk mencapai kondisi yang diinginkan. Semisal bagaimana meningkatkan keanekaragaman produk, menata barang di toko, juga cara melayani penjual. Hasilnya akan dilaporkan ke kami,” jelas Eko.

Terkait perlunya koperasi bagi pemilik toko kelontong, Eko menyebut pihaknya sudah melakukan pendataan. Dari 31 kecamatan, ada beberapa kecamatan akan menjadi percontohan, seperti Kecamatan Sukolilo, Tambasari, dan Sawahan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...