Pemkab Probolinggo Raih Anugerah Meritokrasi 2022, Wabup Timbul: Penempatan Pegawai Sesuai Kompetensi

 1,742 pembaca

KABUPATEN PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menerima Anugerah Meritokrasi kategori baik tahun 2022 dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Republik Indonesia (RI).

Penghargaan diterima Wakil Bupati Probolinggo, H Timbul Prihanjoko, dalam kegiatan Anugerah Meritokrasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) 2022 di Ballroom Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2022).

Kabupaten Probolinggo mendapatkan total nilai 269,5 yang masuk dalam kategori baik dari 8 aspek penilaian Meritokrasi ASN tahun 2022.

Delapan penilaian itu berasal dari 8 aspek yakni, perencanaan (35), pengadaan (36), pengembangan karier (52,5), promosi dan mutasi (22,5), manajemen kinerja (65), penggajian- penghargaan-disiplin (27,5), perlindungan dan pelayanan (14) serta sistem informasi (17).

Secara total, KASN sudah menilai sistem merit di 460 instansi pemerintah dengan hasil 60 instansi pemerintah ditetapkan dalam kategori “Sangat Baik” dan 157 instansi pemerintah dalam kategori “Baik”.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka apresiasi atas komitmen dan dukungan dalam optimalisasi dan akselerasi penerapan Sistem Merit dalam Kebijakan dan Manajemen ASN di lingkungan instansi pemerintah.

Sejalan dengan visi misi nasional Indonesia Emas 2045, mewujudkan birokrasi berkelas dunia, transformasi dalam sistem birokrasi harus dilaksanakan.

Menurut Wabup Timbul, tiga agenda transformasi birokrasi adalah transformasi organisasi, transformasi sistem kerja menjadi lebih fleksibel dan kolaboratif serta transformasi manajemen sumber daya manusia menuju human capital tangguh.

“Perbaikan manajemen ASN terus dilakukan Pemkab Probolinggo dengan menempatkan pegawai sesuai kompetensi, saya harap ASN untuk selalu adaptif, meningkatkan kompetensi/kemampuan serta fokus, Alhamdulillah keberhasilan anugerah Meritokrasi kategori baik yang sudah diraih ini merupakan keberhasilan bersama,” jelas Wabup dari PDI Perjuangan ini.

Sehingga dapat mendorong konsistensi dalam penerapan sistem merit agar terus terjaga serta yang paling penting adalah mampu memotivasi semua instansi dan ASN untuk menerapkan sistem merit lebih baik lagi. (drw/hs)