Jumat
28 Agustus 2026 | 7 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemimpin Itu, TKN: Tidak “Grusa-grusu”, Tidak Sebentar-sebentar Minta Maaf

pdip-jatim-hasto-sekjen-parpol-wawancara2

JAKARTA – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto berpendapat, pasangan Prabowo-Sandiaga tidak bersikap hati-hati sebelum melakukan sesuatu.

Sehingga pasangan capres-cawapres itu telah beberapa kali meminta maaf. Hasto, menilai sikap itu tidak mencerminkan seorang pemimpin.

“Pemimpin itu visioner, pemimpin itu melayani, pemimpin itu desainer, pemimpin itu punya tanggung jawab, pemimpin itu tidak grusa-grusu, tidak sebentar-sebentar minta maaf,” kata Hasto di Posko Cemara, Rabu (14/11/2018).

Hasto pun menyampaikan pesan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo soal hijrah. Dia mengatakan Jokowi telah mengajak untuk hijrah dari hal kurang baik menuju hal baik.

Pada masa Pemilihan Presiden ini, Hasto mengatakan karakter pemimpin bisa dijadikan acuan masyarakat untuk menentukan pilihan.

Hasto pun menilai Jokowi telah menunjukkan sikap pemimpin yang mampu memberikan teladan bagi masyarakat.

Sementara itu, dia mengingatkan Prabowo-Sandiaga untuk lebih berhati-hati.

“Apa yang terjadi dengan permintaan maaf yang dilakukan berulang kali oleh Pak Prabowo dan Pak Sandi sebaiknya jangan terjadi lagi dengan memanfaatkan karakter dan kultur rakyat Indonesia yang pemaaf,” ujarnya.

Sampai saat ini, pasangan Prabowo-Sandi sudah tiga kali menyampaikan permintaan maaf.

Pertama adalah ketika aktivis Ratna Sarumpaet terbukti berbohong soal memar di wajahnya. Prabowo meminta maaf karena ikut menyebarkan kabar yang tidak benar itu.

Prabowo mengaku tergesa-gesa dalam menyikapi dan merasa telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum dipastikan kebenarannya.

Permintaan maaf kedua adalah soal polemik tampang Boyolali. Prabowo meminta maaf jika ada yang tersinggung dengan ucapannya itu.

Permintaan maaf ketiga datang dari Sandiaga atas tindakannya melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama.

“Dalam masa kampanye yang berlangsung sekitar satu setengah bulan, Pak Prabowo dan Pak Sandi sudah tiga kali melakukan kesalahan fatal dan berujung dengan minta maaf,” ujar Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni.

“Mungkin rakyat akan memaafkan, tapi tetap mencatat dan tidak melupakan,” lanjut Raja Juli. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...