Jumat
28 Agustus 2026 | 9 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Pemimpin Hebat Muncul dari Dialektika dan Pergulatan dengan Rakyat”

pdip-jatim-hasto-pembekalan-caleg-dpr

DEPOK – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta para calon anggota legislatif (caleg) mencetak sejarah untuk memenangkan pasangan Capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Caranya, caleg bergerak ke masyarakat, masuk ke ruang-ruang publik dan hadir di tengah masyarakat.

“Kuncinya bergerak ke bawah, ke masyarakat. Sampaikan salam dari Ibu Megawati, salam dari Pak Jokowi. Jadikan Bung Karno, Ibu Mega, dan Pak Jokowi sebagai narasi perjuangan dengan bergerak ke rumah-rumah rakyat,” kata Hasto, Jumat (26/10/2018).

Ajakan itu telah disampaikan di depan calon anggota legislatif (caleg) DPR dari PDI Perjuangan yang mengikuti Sekolah Partai, kemarin. Pembekalan terhadap caleg DPR  itu berlangsung di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat.

Hasto menambahkan pemimpin hebat muncul dari dialektika dan pergulatan dengan rakyat. Proklamator, Bung Karno lahir dari pergulatan di tengah rakyat, menyelami kebatinan rakyat yang saat itu terjajah, dan menyajikannya lewat tulisan penuh semangat juang.

Dia juga berkisah dan berbagi kiat tentang kepemimpinan Jokowi yang berhasil hadir bersama rakyat sehingga dipercaya menjadi wali kota, gubernur hingga menjadi presiden.

Jokowi mengatakan, kuncinya tulus menyapa rakyat dengan menyalami mereka. “The power of salaman. Kebiasaan beliau tak habis ketika beliau jadi presiden sekalipun. Maka anda pun harus bisa mengikuti demikian saat datang ke rumah-rumah,” pinta Hasto.

Dia mengakui tidak mudah menjadi caleg di pemilu dengan nuansa liberal seperti saat ini. Namun harus selalu diingat, PDIP adalah partai dengan sejarah panjang, telah mengalami berbagai peristiwa yang menggembleng mentalitas kadernya.

PDIP kini tetap kuat dengan basis massa solid, dengan kekuatan Soekarnois di belakangnya Artinya, lanjut Hasto, para caleg harus memiliki disiplin dan loyalitas yang semangatnya tak pernah mudah luruh.

Dia juga menceritakan pengalaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada masa lalu yang selalu berusaha dihambat kekuasaan, namun terus setia dengan perjuangan ideologis lewat partai.

“Bu Mega dalam masa sulit pernah berkampanye di Demak. Saat itu tidak ada yang berani datang, paling hanya sekitar 50 orang. Saat itu loyalis Bu Mega hanya berani mendengar pidato Ibu dari balik pintu dan jendela rumahnya. Itulah perjuangan dan proses jadi pemimpin. Jangan kecil hati,” tutur Hasto. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...