Pemeliharaan Taman Nyawiji Nganjuk Disorot Dewan

 245 pembaca

NGANJUK – Pembangunan Taman Nyawiji di eks Pasar Wage Nganjuk di lahan seluas 1 hektar dengan anggaran Rp. 2,7 miliar untuk tahun 2019 dan Rp 8 miliar pada tahun 2020 mendapat sorotan anggota dewan.

Pasalnya, taman perkotaan yang nyaman dan segar serta diharapkan menciptakan lingkungan serasi dengan alam yang berguna untuk kepentingan umum itu tahap pengawasan usai pelaksanaan pembangunan, dinilai asal-asalan.

Hal itu diketahui Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Taman Nyawiji beberapa hari lalu.

“Pemeliharaan dari pihak pelaksana proyek kurang bagus, hal ini bisa dilihat di sekitar tanaman bunga banyak di tumbuhi tanaman liar atau semak belukar,” kata Marianto, kemarin.

Bahkan, lanjut Marianto, pembangunan terowongan yang terbuat dari papan dan berbentuk balok-balok yang dilihat dari jauh sangat mempesona, ketika didekati kelihatan jeleknya.

“Karena sambungan papan kayu ke papan kayu lainnya sangat renggang dan kerenggangannya antara 2 cm sampai 3 cm,” jelas wakil rakyat yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk ini, sambil mencabuti tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman bunga.

Marianto yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tri Wahju Koetjoro dan anggota komisi III lainnya M. Fauzi Irwana dan Sumardi mengharap, dalam satu Minggu kedepan tidak ditemukan lagi tanaman liar dan bunga yang mati masih menghiasi Taman Nyawiji. Dia juga minta balok kayu pada bangunan terowongan tidak ditemukan lubang-lubang (pemasangan sudah rapi).

“Kami sangat kecewa dengan pelaksana proyek yang penggarapannya terkesan asal-asalan, apalagi dana yang dipakai sangat besar. Karena itu kami memberi waktu satu minggu untuk memperbaikinya dan apabila dalam waktu tersebut pelaksana tidak mengindahkan, kami akan merekomendasikan kepada instansi terkait agar CV Kurnia Jaya di-blacklist,” tegasnya. (endyk)