Senin
19 Oktober 2026 | 6 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Peluang! Udang Vaname Kabupaten Probolinggo Tembus Pasar Luar Negeri

pdip-jatim-bupati-proobolinggo-100821-timbul-prihanjoko-a

KABUPATEN PROBOLINGGO – Pemkab Probolinggo melakukan inovasi budi daya udang Vaname secara sederhana dan murah agar bisa diterapkan dalam skala rumah tangga. Inovasi dilakukan mengingat terbukanya peluang pasar mancanegara akan kebutuhan udang bernama ilmiah Litopenaeus Vannamei tersebut.

Menurut Plt Bupati Timbul Prihanjoko, udang Vaname merupakan komoditas budidaya perikanan yang memberikan nilai ekonomi cukup tinggi dengan pangsa pasar luas dan segmen pasar yang fleksibel. Pada tahun 2020, ekspor udang Vaname dari Provinsi Jawa Timur hanya mampu memenuhi kebutuhan impor negara Amerika, Jepang dan Cina.

Kader PDI Perjuangan ini menjelaskan, mayoritas produksi udang Vaname dari Kabupaten Probolinggo dikirim untuk memenuhi kebutuhan ekspor di luar negeri. Dengan potensi ekonomi yang sangat besar, sehingga menjadi peluang usaha yang sangat menarik.

“Dan menjadi pengungkit peningkatan pendapatan pembudidaya kecil sebesar 50-300%,” kata Plt Bupati Timbul Prihanjoko, Jumat (8/10/2021).

Inovasi budidaya udang Vaname skala rumahan dipresentasikan Plt Bupati Timbul Prihanjoko secara daring, Kamis (7/10) dalam ajang Kompetisi Inovasi Layanan Publik (Kovablik) Provinsi Jatim 2021. Inovasi dimaksud bertajuk: BUMI KRAKSAN, singkatan dari Budidaya Udang vannaMeI Kolam bundaR menggunAKan raS di media Air laut buatAN.

Teknologi budidaya dirancang sederhana sehingga mudah diadopsi oleh masyarakat. Agar bisa diterapkan dalam skala rumah tangga dengan memanfaatkan lahan terbatas. Inovasi juga didesain agar bisa diterapkan oleh warga yang tinggal jauh dari pantai karena menggunakan air laut buatan.

“BUMI KRAKSAAN ini memiliki keunikan dan kebaharuan. Yaitu produktivitas 2-3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan budidaya sistem konvensional. Untuk biaya investasi dan operasional terjangkau sebesar Rp 20.750.000 untuk 2 unit kolam,” terang Plt Bupati Timbul.

Lebih lanjut Plt Bupati Timbul menambahkan, ada tiga prinsip inovasi yang dilakukan. Pertama menggunakan air laut buatan yaitu dengan mencampur 125 liter air tawar, 1 kilogram garam krosok dan 2 liter air bittern atau air sisa dalam pembuatan garam yang mengandung banyak mineral. (drw/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...
HEADLINE

Gunung Arjuno Terbakar; PDI Perjuangan Kerahkan Ratusan Relawan, Bantu Air Bersih untuk Warga Terdampak

KABUPATEN PASURUAN – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur melalui gerakan PDI Perjuangan Peduli menyiapkan sekitar 20 ...
KRONIK

Sonny Jadi DJ Senam Tempo Disko Kaliboyo, Warga Antusias Tebus Sembako Murah

BANYUWANGI – Suasana Minggu pagi di Kaliboyo, Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, berlangsung meriah. Warga ...
KRONIK

DPRD Kabupaten Sumenep Peringati Hari Parlemen 2026 dengan Jalan Sehat Politik

SUMENEP – DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Jalan Sehat Politik dalam rangka Hari Parlemen 2026 di area Taman Bunga ...
KRONIK

Maskina, Seragam Partai, dan Bantuan Modal dari Said Abdullah

SUMENEP – Maskina, kader PDI Perjuangan asal Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, menerima ...
LEGISLATIF

Karhutla Meluas di Sejumlah Gunung Jatim, Sri Untari Dorong Penanganan Terpadu

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan penanganan kebakaran hutan dan ...