oleh

Pejuang Partai Itu telah Berpulang

SURABAYA“Selamat jalan kawan Ali Mudji. Semoga pengabdian terbaikmu untuk rakyat dan PDI Perjuangan diterima Allah SWT, dan dosa-dosanya diampuni.”

Ucapan duka itu disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, atas berpulangnya politisi senior Drs Ali Mudji.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur tiga periode itu mengembuskan napas terakhir pada Senin (30/10/2017) sekitar  pukul 13.30 WIB.

Ali Mudji yang dikenal sebagai seorang nasionalis itu dinilai sebagai sosok pejuang partai sejati. Seluruh hidupnya diabdikan untuk membela, mempertahankan, dan memperjuangkan partai.

“PDI Perjuangan sangat kehilangan sosok kader partai yang loyal dan setia kawan,” kata Untari, yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim.

Ali Mudji yang putra Tuban itu dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Sukolilo.

Sebelumnya, jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Pecatu, Blok E10 No. 14-15 Perumahan Purimas, Kelurahan Gunung Anyar, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya.

“Jenazah dimakamkan di TPU Keputih, Senin (30/10) malam ini pukul 20.00 WIB. Sebelumnya disalatkan di Masjid Assalam,” tutur Wakil Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Giyanto.

Ali Mudji adalah anggota DPRD Jatim yang berangkat dari daerah pemilihan Jatim Jatim IX yang meliputi Kabupaten Tuban dan Bojonegoro.

Pada periode 2014-2019, Almarhum sempat menjadi Wakil Ketua komisi B DPRD Jatim. Namun karena alasan kesehatan, posisinya digantikan rekan separtainya, SW Nugroho.

Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu beberapa waktu belakangan mengalami komplikasi sejumlah penyakit seperti gula (diabetes) dan ginjal. Meski sakit, Ali Mudji tetap rajin masuk kantor dan mengikuti kegiatan sebagai anggota dewan.

Bahkan pada paripurna 5 Juli silam, yang bersangkutan tetap memaksakan diri mengikuti sidang paripurna meski dalam kondisi sakit.

Karena kondisinya tidak sehat, akhirnya Ali Mudji pingsan sebelum masuk ruang paripurna. Saat itu Gubernur Jatim, Soekarwo dan Kadinkes Jatim dr Kohar turun tangan langsung menolong.

Innalillahi wainna ilaihi roji’un. Selamat Jalan Sang Nasionalis. (goek)

rekening gotong royong