oleh

Peduli Pendidikan, Istri Wabup Sumenep Raih Anugerah Madura Awards

SAMPANG – Nia Kurnia, Istri Ketua Dewan Pertimbangan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep Achmad Fauzi, terpilih jadi salah satu tokoh terpopuler kategori dunia pendidikan di Madura.

Penghargaan Juara 2 Tokoh Terpopuler Kategori Pendidikan ini diterima Achmad Fauzi, saat malam puncak Anugerah Madura Awards 2016 di GOR Tenis Wijaya Kusuma, Sampang, Selasa (27/12/2016) malam.

Fauzi yang juga Wakil Bupati Sumenep ini mewakili Nia Kurnia, yang malam itu kebetulan berhalangan hadir. “Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep yang telah memberikan dukungan kepada Istri saya dalam memajukan dunia pendidikan,” kata Fauzi.

(Baca juga: Wabup Fauzi: Masyarakat Sumenep Sejak Dulu Sudah Toleran)

Menurutnya, penghargaan ini akan semakin memacu Nia Kurnia untuk bisa memajukan dunia pendidikan. Oleh karena itu, dia minta semua pihak untuk selalu memberikan dukungan dalam menjalankan semua program pendidikan, sehingga pendidikan di Madura, khususnya Kabupaten Sumenep bisa lebih baik lagi dari sebelumnya.

Selama ini, Nia Kurnia memang dikenal peduli dengan dunia pendidikan. Bahkan untuk memajukan dunia pendidikan, Ketua Pengelola Rumah Pintar.ini terus meluncurkan beberapa program pendidikan.

Nia juga selalu mengajak orang tua siswa dan seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya, dan berbicara sopan di hadapan anak-anak.

Sebab, menurut Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sumenep ini, memori anak usia dini sangat tajam. Sehingga nanti  menjadi suatu kebiasaan bagi anak-anak tersebut

Perempuan yang juga Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep ini mengatakan, pendidikan adalah indikator utama dalam kemajuan sebuah daerah. “Karena dengan pendidikanlah segala sektor akan berkembang untuk menunjang masa depan yang cerah,” ujar Nia, melalui pesan singkat.

Penasihat Rumah Aspirasi Pemuda ini juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Semoga saya bisa menjadi manusia yang khoirunnas anfauhum linnas, sebaik-baiknya manusia ialah yang bisa memberi manfaat kepada orang lain,” tutur alumnus Gontor ini. (goek/*)