oleh

PDIP Saudi Minta Pendidikan Anak TKI Dibahas saat Kunjungan Raja Salman

MAKKAH – Rencana kedatangan Raja Saudi Arabia Salman Bin Abdulaziz Al Su’ud ke Indonesia pada 1 hingga 9 Maret 2017 mendatang, diharapkan dapat meningkatkan kerja sama kedua negara dalam berbagai aspek.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Luar Nageri (DPLN) PDI Perjuangan Saudi Arabia Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa, Arie Satria Pratama mengapresiasi peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Saudi Arabia tersebut.

Dengan kedatangan Raja Salman ke Indonesia, Arie Satria berharap Pemerintah RI tidak hanya terfokus pada ekonomi saja, melainkan permasalahan perlindungan TKI dan pendidikan anak – anak TKI tidak boleh dikesampingkan.

Seperti halnya persoalan fasilitas dan SDM pendidikan anak – anak TKI di Saudi Arabia yang hingga saat ini belum ada titik terangnya seperti Sekolah Indonesia di kota Jeddah.

“Bagaimana tidak jadi persoalan, jumlah pelajar yang mencapai 1.400 siswa/i lebih dengan fasilitas gedung yang tidak mampu menampung jumlah sebanyak itu. Pada akhirnya waktu proses belajar mengajar dibagi dua shift,” jelas Arie Satria, Jumat (24/2/2017).

Selain itu, dia  pun mengungkapkan bahwa jumlah guru yang tidak sebanding dengan jumlah pelajar. Hal ini dikhawatirkan mengganggu stamina pengajar kepada anak didiknya.

Upaya pencarian gedung sudah dilakukan oleh KJRI Jeddah dibantu oleh masyarakat, tetapi belum ada titik terang di antaranya terbentur dengan peraturan negara setempat.

“Di sisi lain, mendatangkan guru tambahan dari Indonesia terkendala oleh visa,” katanya.

Arie pun berpandangan sudah saatnya pemerintah pusat turun tangan akan hal ini. Kedatangan Raja Salman ke Indonesia, sebutnya, merupakan momen yang tepat untuk membicarakan persoalan tersebut.

Apalagi, pendidikan merupakan salah satu program prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Mungkin saja setelah dibicarakan dengan Raja Salman, bisa mendapat kelonggaran. Dan atau bisa saja dengan kedermawanan Raja Salman, Sekolah Indonesia di kota Jeddah diberikan gedung atau tanah oleh kerajaan yang menjadi hak milik,” ujar Arie.

Dia menambahkan, usulan agar permasalahan pendidikan anak – anak TKI juga dibahas dalam pertemuan dengan Raja Salman, sudah disampaikan langsung oleh DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia kepada Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet RI Bapak Pramono Anung.

Selain Sekolah Indonesia Jeddah, masih ada beberapa Sekolah Indonesia lainnya seperti Sekolah Indonesia Makkah, Sekolah Indonesia Riyadh, Sekolah Islam Terpadu Darul Ulum, dan TPA An Nasyiriyah. (goek)