oleh

PDIP Prihatin Jumlah Pengidap AIDS di Jatim Teratas

pdip-jatim-giyanto-merdekaSURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur prihatin dengan tingginya pengidap AIDS di provinsi ini. Sebab secara nasional, jumlah pengidap AIDS di Jawa Timur menempati urutan teratas.

“Kami prihatin, pengidap HIV-AIDS di Jawa Timur menempati urutan pertama secara nasional. Ada sebanyak 54.275 pengidap HIV AIDS ataupun ODHA di provinsi ini,” kata Giyanto, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim, Senin (5/12/2016).

Giyanto menyebutkan, jumlah penderita di Jatim itu adalah yang tercatat sejak 1989 hingga September 2016. Menurut dia, hal ini sungguh sangat mencemaskan karena jumlah yang tercatat itu jauh lebih kecil dari kenyataan yang sesungguhnya.

“Ini seperti fenomena gunung es, yang terlihat hanya puncaknya. Sedangkan yang tak tampak, sesungguhnya pasti jauh lebih besar,“ ucap legislator asal Pacitan ini.

Yang lebih mencengangkan, tambah dia, penderita HIV/AIDS itu juga menjangkiti anak anak dan remaja.

“Tidak hanya orang dewasa, AIDS juga telah menjangkiti anak anak. Ditemukan sebanyak 615 anak-anak yang terjangkit HIV AIDS,“ ujarnya.

Selain anak-anak, lanjut Giyanto, ibu rumah tangga pun banyak yang terjangkit HIV/AIDS. “Ada sebanyak 2.994 ibu rumah tangga telah terjangkit HIV/AIDS,“ papar pria yang juga Ketua Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Dia menambahkan, saat ini AIDS semakin meluas penularannya. Tidak hanya para pelaku seks bebas atau berganti ganti pasangan dan penyuka seks sejenis, tapi AIDS telah menjangkiti dan merenggut nyawa berbagai golongan masyarakat.

Oleh karena itu, Giyanto mengimbau Pemerintah Provinsi Jatim bersama masyarakat, untuk mencegah situasi yang lebih buruk lagi. Yakni dengan melakukan upaya komprehensif mencegah meluasnya penularan HIV/AIDS.

“Sudah 7.679 orang meninggal karena AIDS. Tidak ada kata lain, AIDS harus kita cegah sungguh-sungguh, jangan sampai lebih buruk lagi,“ tegas Wakil Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Jatim ini. (guh)