SURABAYA — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menilai sikap Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang menyampaikan surat duka kepada Pemerintah Republik Islam Iran atas wafatnya Ali Khamenei mencerminkan kepemimpinan seorang negarawan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengatakan pesan yang disampaikan Megawati tidak sekadar ungkapan simpati atas wafatnya seorang pemimpin dunia, tetapi juga membawa pesan moral penting bagi komunitas internasional.
Menurutnya, dalam situasi global yang penuh ketegangan, pandangan Megawati mengingatkan kembali bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui dialog dan perundingan yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional.
“Dalam situasi global yang penuh ketegangan seperti saat ini, pernyataan Ibu Megawati mengingatkan bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui dialog, perundingan yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional. Ini adalah sikap kenegarawanan yang konsisten dengan tradisi diplomasi Indonesia sejak era Bung Karno,” ujar Deni di Surabaya, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Sampaikan Belasungkawa untuk Iran, Megawati Kirim Surat Duka atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
Dalam suratnya, Megawati menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Ia juga mengenang pemimpin Iran tersebut sebagai ulama sekaligus negarawan yang memimpin bangsanya di tengah situasi geopolitik yang kompleks.
Ketua Umum PDI Perjuangan itu turut menegaskan pentingnya menjaga prinsip penyelesaian konflik melalui jalan damai serta menolak agresi militer sepihak yang berpotensi membahayakan stabilitas kawasan maupun dunia.

DPD PDIP Jatim menilai sikap tersebut mencerminkan kesinambungan nilai-nilai yang sejak lama menjadi fondasi politik luar negeri Indonesia, yakni semangat kemerdekaan bangsa-bangsa, solidaritas antarnegara berkembang, serta komitmen terhadap perdamaian dunia.
Deni menyebut pandangan Megawati juga sejalan dengan spirit Konferensi Asia-Afrika 1955 yang melahirkan Dasasila Bandung sebagai panduan etika hubungan internasional bagi negara-negara yang menolak kolonialisme dan dominasi kekuatan besar.
“Semangat Dasasila Bandung menempatkan penghormatan terhadap kedaulatan negara, penyelesaian sengketa secara damai, dan solidaritas antarbangsa sebagai prinsip utama. Dalam konteks krisis Timur Tengah hari ini, pesan yang disampaikan Ibu Megawati terasa relevan sebagai pengingat moral bagi dunia internasional,” katanya.
Pihaknya juga melihat pandangan Megawati sebagai kelanjutan dari pemikiran geopolitik Soekarno yang menekankan pentingnya membangun tatanan dunia yang adil, bebas dari imperialisme dan hegemoni kekuatan besar, serta berpihak pada kemanusiaan universal.
Deni menambahkan, Megawati tidak hanya berbicara sebagai tokoh politik nasional, tetapi juga sebagai negarawan yang mengingatkan arah moral dunia internasional.
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur berharap ketegangan di kawasan Timur Tengah dapat mereda melalui jalur diplomasi dan perundingan damai sehingga stabilitas kawasan dapat dipulihkan serta penderitaan masyarakat sipil dapat dihindari.
“Warisan pemikiran Bung Karno tentang persaudaraan bangsa-bangsa dan tatanan dunia yang lebih adil tetap relevan hingga hari ini. Nilai-nilai itulah yang kembali diingatkan oleh Ibu Megawati di tengah krisis global yang sedang terjadi,” pungkas politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











