Senin
20 April 2026 | 1 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP Jatim Penuhi Target, Menang di 13 Pilkada

pdip-jatim-rakor-pilkada

pdip-jatim-rakor-pilkadaSURABAYA – Target PDI Perjuangan memenangkan pilkada di 19 kabupaten/kota se-Jawa Timur terpenuhi. Hasil hitungan cepat yang dilakukan internal sampai, Rabu (9/12/2015) malam, jago PDIP unggul suara di 13 kabupaten/kota.

Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi, sejak awal pihaknya mencanangkan target kemenangan maksimal di 15 pilkada, dan minimal 13. “Sampai saat ini, yang sudah fix menang 13 pilkada. Bagi kami, ini luar biasa, karena DPP membebani kita menang di 11 kabupaten/kota,” kata Kusnadi, Kamis (10/12/2015).

Ke-13 daerah yang sudah fix menang sesuai hasil hitung cepat, sebut Kusnadi, yakni Yakni Kota Surabaya, Kota Blitar, Kota Pasuruan, serta Kabupaten Banyuwangi, Mojokerto, Ngawi, Trenggalek, Blitar, Kediri, Jember, Sumenep, Lamongan, dan Tuban.

Kemenangan PDIP di Jatim bisa bertambah lagi, tidak hanya di 13 kabupaten/kota. Sebab masih ada daerah yang proses hitung cepat masih berlangsung. Seperti di Kabupaten Malang.

Politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim itu menyebutkan, kemenangan calon yang diusung PDIP karena faktor mesin partai yang sudah bekerja maksimal. “Meski akhirnya ada yang kalah, tapi mesin partai sudah bekerja luar biasa kerja siang malam,” jelasnya.

Faktor yang tak kalah pentingnya, tambah Kusnadi, yakni pergerakan calon, yang bergerak bersama-sama dengan mesin partai. Faktor pergerakan calon dan partai ini, ujarnya, menjadi faktor utama kemenangan paslon yang diusung PDIP.

“Seperti Surabaya, calon dan partai bergerak sama-sama dengan sasaran beda. Sehingga antara calon dan partai, masing-masing menghasilkan suara yang sangat signifikan,” terang Kusnadi.

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPD PDIP Jatim, SW Nugroho, menambahkan, kemenangan pilkada di 13 kabupaten/kota se-Jatim sebagai hasil optimal, dan kerja keras semua kader partai.

Hal itu juga tak lepas dari tiga faktor, yakni pertama popularitas dan akseptabilitas calon, kedua ditentukan solidnya partai pendukung, dan yang ketiga, strategi yang dijalankan.

“Bagi calon incumbent juga dilihat track recordnya. Kalau kinerja baik, potensi kemenangannya sangat besar. Seperti calon kita di Pilkada Surabaya, Banyuwangi, dan Kota Blitar, persentase suara kemenangannya terbukti sangat besar,” ungkap Nugroho.

Tak kalah penting, sebut pria yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim itu, strategi gotong royong yang dilakukan kader PDIP, yang di lapangan berjalan cukup efektif.

“Kalau kemudian ada daerah-daerah yang belum seperti yang kita harapkan, itu juga tidak meleset terlalu jauh dari perkiraan awal. Sebab memang ada daerah yang cukup berat untuk dimenangkan calon dari PDIP,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dua Legislator Perempuan PDIP Jombang Ini Perkuat Pendidikan Keluarga dan Literasi Digital di Wonosalam

JOMBANG – Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, dan anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Isnawati Sumrambah, ...
KRONIK

Tinjau Longsor di Pacitan, Diana Sasa Desak Pemerintah Konkret soal Relokasi Permanen

PACITAN – Bencana tanah longsor yang kembali menerjang Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Dengan kejadian yang ...
LEGISLATIF

Warga Dandangan Keluhkan Banjir, Yuzar Rasyid Bergerak Cepat Tinjau Sungai 

Yuzar Rasyid turun langsung meninjau sungai di Kediri merespons banjir musiman, sekaligus meluncurkan program ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Ngawi, Gen Z Tempati Posisi-posisi Strategis di PAC

NGAWI – Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di ...
KABAR CABANG

Hari Kartini 2026, Yudi Meira Tegaskan Peran Perempuan Strategis di PDIP Blitar

Yudi Meira tegaskan peran strategis perempuan dalam politik PDIP Blitar pada momentum Hari Kartini 2026, dorong ...
KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...