oleh

PDI Perjuangan Yakin, Pemerintahan Jokowi Tak Naikkan Harga BBM

Presiden Jokowi saat peresmian BBM Satu Harga di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (29/12/2017).

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Partainya meyakini pemerintah Joko Widodo tidak mengambil keputusan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Keyakinan tersebut seiring dengan adanya pembenahan menyeluruh di sektor energi. Menurut Hasto, langkah efisiensi dan peningkatan daya saing di sektor energi, khususnya migas telah menunjukkan proses yang menggembirakan.

“Guna menghindari tekanan politik yang tidak perlu maka kenaikan BBM tidak lah diperlukan. Terlebih dengan potensi keuntungan Pertamina yang semakin membesar,” kata  Hasto, Selasa (2/1/2018).

Dia mengungkapkan, berdasarkan kajian terpercaya, dengan pengelolaan Blok Mahakam tersebut maka tambahan keuntungan bersih bagi Pertamina diperkirakan mencapai Rp 4,6 triliun per tahun.

Hasto menegaskan, keyakinan PDI Perjuangan didasari keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi di dalam memerkuat kedaulatan  energi nasional.

Menurut dia, kebijakan energi nasional semakin mengedepankan kepentingan nasional, melalui perjanjian bisnis di sektor migas yang lebih berkeadilan.

“Pada saat bersamaan berbagai revisi kebijakan yang dilakukan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan semakin mendorong peningkatan daya tarik investasi di sektor yang sangat menentukan hajat hidup orang banyak,” ujarnya

Dia menjelaskan, beroperasinya Blok Minyak Mahakam oleh Pertamina sejak 1 Januari 2018 tidak hanya memperkuat kemampuan nasional di dalam mengelola sektor hulu minyak dan gas.

“Pengambilalihan operasi blok kaya minyak tersebut menunjukkan kemajuan signifikan terhadap kedaulatan energi nasional,” tutur Hasto.

Pihaknya mengucapkan selamat kepada Jokowi melalui seluruh jajaran kementerian ESDM, BPH Migas dan Pertamina atas langkah terobosan dan kerja keras tersebut.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian ESDM memutuskan tidak mengubah atau mempertahankan harga listrik maupun harga BBM jenis Premium, Solar, dan Minyak Tanah pada periode 1 Januari sampai 31 Maret 2018.

“Harga eceran BBM untuk yang Gasoline RON 88 atau yang biasa disebut Premium dan juga Gasoil 48 atau Solar ditetapkan harganya sama atau tidak naik untuk periode 1 Januari sampai 31 Maret 2018,” kata Jonan saat konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (27/12/2017).

Untuk tarif listrik dan harga BBM pada periode tiga bulan selanjutnya, yakni 1 April-30 Juni 2018, menurut Jonan, akan ditetapkan kemudian.

“Nanti (periode) selanjutnya kita lihat lagi karena penetapannya setiap 3 bulan,” ucap Jonan.

Dia menambahkan, penetapan tarif listrik dan harga BBM tersebut semata-mata mempertimbangkan daya beli masyarakat. (goek)

rekening gotong royong