PDI Perjuangan Surabaya Jaga Lumbung Suara di 31 Kecamatan

Loading

SURABAYA – Pembentukan kepengurusan di tubuh PDI Perjuangan sudah hampir rampung. Minggu ini partai berlambang banteng moncong putih itu memiliki mesin politik baru hingga tingkat anak ranting di Surabaya.

Para pengurus yang baru dilantik langsung mengadakan musyawarah ranting (musran) untuk memperkuat soliditas internal. Tujuannya, mengamankan dan menjaga lumbung suara di 31 kecamatan.

Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Achmad Hidayat menyatakan, hingga kemarin (5/3/2020) kepengurusan baru yang terbentuk hampir tuntas. Tinggal 16 kecamatan yang dikebut hingga Minggu besok. “Pokoknya, Minggu ini ranting dan anak ranting selesai,” ujarnya.

Menurut Achmad, pengurus yang baru sudah diberi instruksi untuk segera melakukan musran. Sebagian sudah jalan.

Selain mempercepat kaderisasi, musran bertujuan menyatukan kekuatan dan suara untuk mendukung siapa pun calon yang bakal direkomendasikan DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PDI Perjuangan.

Di dalam musran, peran bidang pemenangan pemilu sangat dominan. Strukturnya ada hingga tingkat anak ranting (RT/RW). Tugas koordinator bidang pemenangan adalah mengamankan lumbung suara PDIP di setiap kecamatan.

Menurut Achmad, lumbung suara PDIP cukup merata di semua kalangan. Baik dari masyarakat biasa, pengusaha, di pusat kota, maupun di pinggiran.

“Meski begitu, kami tidak pernah menganggap remeh apa pun. Apalagi dalam hal ini (pilwali, Red),” tuturnya.

Achmad mengakui, di beberapa wilayah, kaderisasi masih perlu digenjot lagi. Khususnya untuk penguasaan wilayah.

Sebab, beberapa wilayah tersebut merupakan basis partai lain. “Di situ kami tekankan agar lebih solid dan terus melakukan kaderisasi secara masif,” katanya.

Staf ahli Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya itu menuturkan, kader dan anggota baru yang direkrut langsung akan diberi bimbingan teknis. Khususnya terkait dengan strategi pemenangan untuk memenangkan calon yang diusung nanti.

Achmad mengklaim kader dan anggota yang direkrut tidak sembarangan. Mereka rata-rata memiliki rekam jejak organisasi yang matang. Setelah mau menjadi anggota, kader bakal dimintai komitmen untuk loyal terhadap partai.

Khusus untuk pengurus PAC, Achmad menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan akan melibatkan pengurus DPC dan DPD PDIP Jatim. Sebab, perannya sangat vital.

Tanggung jawabnya juga lebih besar untuk mengamankan suara di wilayah masing-masing. Karena itu, orang yang dipilih untuk menjabat di struktur kepengurusan bukan orang sembarangan. (JP)