Minggu
01 November 2026 | 1 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Satu Kementerian, Bupati Anas: Keputusan Tepat!

pdip-jatim-anas-majestic-2019

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menilai keputusan Presiden Joko Widodo menjadikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam satu kementerian sebagai keputusan yang tepat. Dua sektor itu sebagai sektor andalan masa depan Indonesia saling beririsan satu sama lain.

“Saya kira tepat ya, karena keduanya beririsan, meski tidak semua subsektor industri kreatif bisa dikaitkan dengan tourism,” kata Anas kepada wartawan, Rabu (23/10/2019).

Dia pun menyebut sosok Wishnutama juga tepat memimpin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sebagai praktisi bidang kreatif, sebutnya, Wishnutama bisa memperkuat story destinasi dan kemasan event tourism.

“Tinggal ditopang dengan tim pemasaran yang hebat, meneruskan ekspansi pemasaran yang telah diletakkan sistemnya dengan sangat bagus oleh Pak Arief Yahya,” ujarnya.

Dia menyebut, akan tercipta efektivitas kerja jika pariwisata dan ekonomi kreatif digabung dalam satu kementerian. Pejabat bidang ekonomi kreatif nantinya bisa fokus membangun ekosistem ekonomi kreatif berkelanjutan di destinasi.

Selama ini, ungkapnya, hal tersebut memang sudah dijalankan Badan Ekonomi Kreatif, dan hasilnya oke. “Kalau digabung dalam satu koordinasi kementerian, pasti lebih akseleratif,” papar Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ini.

Anas mencontohkan, bagaimana pengembangan ekosistem sejumlah subsektor ekonomi kreatif seperti fesyen, seni pertunjukan, kriya, kuliner, dan musik bisa menggenjot kinerja destinasi pariwisata. Juga bagaimana destinasi dikembangkan dengan pendekatan arsitektur yang baik.

“Kalau ekosistem kreatif itu terbentuk bisa mengakselerasi pengembangan pariwisata. Dan intinya itu bisa memberdayakan pelaku pariwisata, menambah kesejahteraannya. Misalnya jika musik etnik dan seni pertunjukan seperti tari makin oke dan jadi atraksi di destinasi, kan sanggar-sanggar seni hidup. Saya kira Pak Wishnu bisa menggarap itu menjadi global standard,” paparnya.

Anas juga menekankan pentingnya pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat desa untuk mengakselerasi pariwisata. Menurutnya, ke depan perlu diperkuat sentuhan terstandar pada subsektor-subsektor ekonomi kreatif yang selama ini menopang pariwisata.

“Tapi tetap harus berbasis masyarakat desa, tidak boleh semata-mata hanya asal berstandar global tapi tidak membangun partisipasi masyarakat lokal,” lanjut dia.

Anas menambahkan, 16 subsektor ekonomi kreatif sejatinya bisa menopang pengembangan pariwisata. Mulai aplikasi dan pengembangan permainan, arsitektur, desain produk, fesyen, desain interior, desain komunikasi visual, seni pertunjukan; film, animasi dan video; fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni rupa, serta televisi dan radio; semunya bisa dikaitkan dengan pariwisata.

Namun, tentu tidak semua bisa difokuskan pengembangannya untuk menopang pariwisata.

“Ada kekhawatiran pelaku ekonomi kreatif bahwa jika digabung seolah-olah semua subsektor kreatif didedikasikan untuk tourism. Tentu tidak seperti itu saya kira. Bahwa ekonomi kreatif menunjang pariwisata, memang iya. Tapi pasti tidak semuanya untuk mengejar target pariwisata. Saya kira Pak Wishnutama paham soal itu, jadi pelaku kreatif tidak perlu khawatir,” tutupnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...