oleh

Pancasila Tak Bertentangan dengan Agama

JAKARTA – Kepala Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif menegaskan, agama dan Pancasila bukan sesuatu yang harus dipertentangkan.

Dia memastikan, salah satu sasaran kerja UKP-PIP adalah meluruskan pandangan yang salah soal Pancasila dan agama ini.

“Pendekatan kita sebenarnya pendekatan merangkul karena bisa jadi orang itu menolak Pancasila, barangkali persepsi, barang kali belum sepenuhnya memahami,” kata Yudi di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.

Yudi tak menampik belakangan memang kerap muncul anggapan seolah Pancasila dihadapkan dengan agama. Seolah Pancasila dan agama adalah hal yang sama sehingga harus dipilih salah satunya.

“Padahal saya sering katakan Pancasila dan agama satu hal yang bereda, tidak bisa dibandingkan,” ucapnya.

Yudi mengibaratkan agama sebagai menara yang menjulang keatas. Tiap agama memiliki menaranya masing-masing. Pancasila adalah jembatan yang menghubungkan menara-menara itu.

“Jadi kalau agama itu tower menjulang ke atas, Pancasila itu jembatan penghubungnya yang memungkinkan orang, agama apapun, berkomunikasi dan berdialog di ruang publik,” papar Yudi.

Dia berpendapat, penilaian yang salah terhadap Pancasila muncul karena kurangnya sosialisasi. Di situ lah UKP-PIP akan masuk.

Lembaga ini akan mensosialisaskkan nilai-nilai Pancasila ke berbagai kalangan, termasuk yang selama ini menentang Pancasila.

“Kami akan mendatangi kelompok apapun dengan tanpa prasangka. Karena semangat kami merangkul semua kelompok masuk ke rumah bersama Pancasila itu,” ucapnya.

Yudi Latif resmi melantik tiga orang deputi di Gedung Sekretariat Kabinet, Kompleks Istana Kepresiden. Pelantikan dilakukan berdasarkan Salinan Keputusan Presiden RI Nomor 74/TPA Tahun 2017.

Usai pelantikan, Yudi Latif memperkenalkan satu per satu tiga deputi yang dilantiknya. Pertama, Anas Saidi sebagai Deputi Bidang Pengkajian dan Materi. Kedua, adalah Hariyono sebagai Deputi Bidang Advokasi. Ketiga, Silverius Yoseph Soeharso sebagai deputi bidang Pengendalian dan Evaluasi.

“Deputi-deputi ini mencerminkan keberagaman Indonesia. Dan mengombinasikan antara kompetensi dan representasi,” ujarnya. (goek/*)