Senin
02 November 2026 | 2 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Napak Tilas Kenang Agresi Militer Belanda di Magetan

pdip jatim - gerak jalan napak tilas magetan

pdip jatim - gerak jalan napak tilas magetanMAGETAN – Bupati Drs H Sumantri MM memberangkatkan gerak jalan napak tilas di Desa Ngunut, Magetan, Rabu (8/10/2014). Gerak jalan itu untuk mengenang peristiwa sejarah perpindahan pusat pemerintahan kabupaten dari Magetan ke Kecamatan Parang akibat agresi militer Belanda 1948.

Dari Desa Ngunut, Kecamatan Parang, peserta menempuh perjalanan sejauh 15 km hingga pendopo Kabupaten Magetan. “Kegiatan napak tilas Ngunut-Parang-Magetan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Masyarakat dapat berpartisipasi sebagai wujud nyata mengenang peristiwa bersejarah sembari berolah raga,” kata Sumantri, di sela acara pemberangkatan.

Sebagai generasi penerus, kata Sumantri, tentu tidaklah cukup hanya berpartisipasi dalam kegiatan napak tilas. “Perjuangan kita belum berakhir. Saat ini kita masih harus berjuang mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Magetan yang adil, mandiri dan bermartabat,” ujar bupati dari PDI Perjuangan itu.

Kegiatan tahunan terkait rangkaian peringatan Hari Jadi ke-339 Kabupaten Magetan yang jatuh 12 Oktober mendatang ini diikuti ribuan peserta berasal dari berbagai unsur. Seperti pemerintahan, TNI, Polri, siswa-siswi sekolah, instansi swasta maupun masyarakat umum dan terbagi menjadi kategori kelompok/perorangan.

Prosesi pemberangkatan dihadiri pimpinan DPRD, Kajari Magetan, Ketua Pengadilan Agama, Plt. Sekdakab Magetan, Kepala SKPD beserta camat. Kriteria penilaian didasarkan pada ketepatan waktu, kerapian serta ketertiban barisan.

Seperti tertuang dalam catatan perjalanan sejarah Kabupaten Magetan, terjadi agresi militer II yang dilancarkan Belanda untuk menguasai kembali negara Indonesia. Imbas peristiwa tersebut juga terasa di Magetan.

Pada 19 Desember 1948, pasukan Belanda menyerbu dan menguasai Magetan, dan pusat kota berhasil dikuasai Belanda. Untuk menghindari kekosongan kekuasaan dan meneruskan perjuangan, Pemerintah Kabupaten Magetan kemudian mengambil langkah taktis dengan jalan memindahkan pusat pemerintahan ke Desa Ngunut, Kecamatan Parang.

Setelah tentara Belanda meninggalkan Magetan, tanggal 1 Januari 1950 pusat pemerintahan akhirnya dapat dikembalikan lagi ke kota Magetan. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...
KRONIK

Bangkalan Sabet Tiga Penghargaan Wilwatikta Awards, Bupati Lukman: Ada Kerja Keras Petani

SURABAYA – Kabupaten Bangkalan meraih tiga kategori penghargaan dalam ajang Jawapos.com Wilwatikta Awards 2026. ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Turnamen Voli Pantai Trans Group, Dorong Regenerasi Atlet

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, membuka Turnamen Voli Pantai Trans Group di kawasan Pantai ...
SEMENTARA ITU...

Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Menghidupkan Kembali Api Perjuangan Arek-Arek Surabaya

SEBUAH permainan bola berlangsung riang di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya. Seorang pemuda bernama Soegiharto ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...