oleh

Momen Keakraban Jokowi-Puti, Risma: Orang Akan Tahu Arahnya

-Berita Terkini-6 kali dibaca

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merasa takjub dengan momen keakraban Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno saat peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2018.

“Saat membaca berita itu, saya surprise! Bapak Presiden menunjukkan keakraban dengan Mbak Puti, cucu Bung Karno, pendiri republik ini,” kata Risma di Kota Surabaya, Minggu (3/6/2018).

Risma melihat, momen keakraban itu membuktikan betapa tinggi perhatian Presiden Jokowi terhadap Puti. “Sangat hangat dan akrab. Saya yakin, jarang yang diperhatikan begitu oleh Pak Jokowi,” ujar Risma.

Sementara, di pihak lain, Puti bersama Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tengah berjuang untuk mendapatkan mandat rakyat Jawa Timur, dalam Pilkada 2018.

“Kita tahulah, fans Pak Jokowi sangat banyak di Jawa Timur. Pemimpin yang bekerja keras, santun, dan mengayomi semua saja. Tanpa harus dinyatakan, orang akan tahu arah senyuman Pak Jokowi pada Mbak Puti,” kata Risma.

Wali kota perempuan bertabur prestasi itu mengatakan, Gus Ipul dan Puti patut mendapatkan dukungan dari semua pihak. Karena program-program yang akan dikerjakan ke depan, memiliki manfaat banyak bagi rakyat.

“Saya concern pada pendidikan. Melihat visi-misi Gus Ipul-Mbak Puti, kelak nanti SMA/SMK Negeri bisa gratis lagi di Jawa Timur. Juga siswa miskin di sekolah swasta dan madrasah, dapat menikmati biaya gratis,” harapnya.

Risma memang sempat terkejut ketika diterapkan kebijakan berbayar untuk SMA Negeri dan SMK Negeri, setelah diambil-alih Dinas Pendidikan Jawa Timur. Ini menyusul pemberlakuan UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Semoga Gus Ipul dan Mbak Puti menang, sehingga pendidikan SMA/SMK Negeri bisa dinikmati gratis lagi oleh para pelajar Surabaya dan Jawa Timur,” ucap Risma.

Dia berkeyakinan, pendidikan merupakan jalan untuk memotong rantai kemiskinan. Anak-anak terpelajar dapat terus belajar, terlebih sekarang banyak fasilitas beasiswa dari pemerintah maupun swasta.

“Kalau pendidikan berbayar, bagaimana nasib anak-anak miskin itu? Bagaimana pun negara harus bertanggungjawab untuk mencarikan solusinya,” kata Risma.

Sebaliknya, tambah dia, dengan pendidikan gratis SMA/SMK Negeri, anak-anak yang miskin bisa punya harapan membangun mimpin masa depan.

“Mereka bisa punya harapan, mimpi, untuk menjadi orang sukses, orang berhasil, seperti anak-anak mampu lain. Inilah perjuangan Gus Ipul-Mbak Puti. Saya yakin Presiden Jokowi mendengar mimpi dan harapan anak-anak Jawa Timur itu,” pungkasnya.(goek)