Jumat
28 Agustus 2026 | 7 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Meski Belum Sempurna, PDIP Apresiasi Penggunaan Sipol

pdip-jatim-konferensi-pers-pendaftaran-parpol

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi KPU terkait kewajiban partai politik (parpol) meng-input data ke Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) sebelum mendaftar ke KPU.

Menurut Hasto, hal tersebut membuat parpol harus mengintegrasikan seluruh data pemilunya ke dalam sipol.

“Kami apresiasi dengan adanya sipol memungkinkan untuk mengintegrasikan seluruh data pemilu yang harus dilengkapi parpol,” kata Hasto di kantor KPU, kemarin.

Meski demikian, sebut Hasto, penggunaan sipol belum sempurna dan masih memiliki sejumlah kekurangan. Kelemahan pertama, penginputan data keanggotaan dan kepengurusan parpol di Papua dan Papua Barat masih sulit.

Menurutnya, dari proses sipol yang ada, pihaknya melihat Papua dan Papua Barat proses e-KTP terutama identifikasi terhadap nomor identitas kependudukan (NIK) belum sepenuhnya berjalan baik.

“Sehingga kondisi ini menyebabkan pengisian sipol menjadi kurang sempurna. Ttapi kami berjuang keras dan akhirnya syarat-syarat itu dapat kami penuhi,” ujarnya.

Kedua, sipol belum mengakomodasi bagaimana jika pengurus nasional yang berdomisili di Jakarta ditugaskan ke daerah. Pasalnya domisili kepengurusan kurang diperhatikan dalam sipol karena adanya NIK yang sifatnya tunggal.

Juga adanya temuan data kecamatan yang tidak lengkap. Misalnya di Kecamatan Kretek, Bantul, di situ ada lima kelurahan yang namanya tidak ada dalam aipol karena pemekaran desa. Menurut Hasto, hal itu perlu disempurnakan.

Persoalan lain, yakni akses internet di mana masih ada daerah yang sulit mengakses. Sehingga para pengurus harus meng-input data-data parpol di ibu kota provinsi agar cepat selesai.

PDIP, tambah Hasto, mempunyai sistem yang namanya jarek atau jaringan kader dan E-KTA sehingga semua data anggota sudah online. Pada Pemilu 2014, prosesnya mudah karena PDIP hanya mencover data-data parpol ke excel.

“Softfile kita serahkan ke KPU dan KPU yang memasukkan kepada sistem. Kalau di sini kendalanya, kami harus memasukkan satu orang per-orang sehingga proses KTA-nisasi itu seperti berulang kembali. Itu yang menjadi kendala dan kami juga mengusulkan perbaikan dari KPU,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Ribuan Warga Padati Siraman Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Blitar Tetap Lestari di Tengah Efisiensi

Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah. Tradisi leluhur Blitar tetap ...
KRONIK

Bebas Asap Rokok, Dua Tempat di Banyuwangi Ini Raih Penghargaan Tertinggi di Jawa Timur

BANYUWANGI – Komitmen Kabupaten Banyuwangi dalam menciptakan lingkungan yang sehat mendapat apresiasi di tingkat ...
KRONIK

Serap Aspirasi di Kradenan, Evi Dwitasari: Pokir DPRD Harus Berorientasi Kepentingan Umum

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Evi Dwitasari, menyerap aspirasi masyarakat ...
KRONIK

Perusakan ODCB Gumuk Lumpang Dilaporkan ke Polisi, DPRD Soroti Sikap Dinas

JEMBER – Pegiat budaya, Setio Hadi, melaporkan dugaan perusakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Gumuk Lumpang di ...
LEGISLATIF

Bertemu Warga Ngawi, Novita Hardini Dapat Curhatan Nasib UMKM

NGAWI – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini bertemu dengan para pelaku UMKM dan digital ...
SEMENTARA ITU...

Peringati 99 Tahun Harlah, Warga Pencak Organisasi Lumajang Gelar Tabur Bunga di TMP

LUMAJANG – Memperingati lahirnya Pencak Organisasi (PO) yang ke-99 tahun, warga PO Kabupaten Lumajang menggelar ...