Rabu
21 Oktober 2026 | 9 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Menpan RB Tjahjo Kumolo Wafat, Keluarga Besar PDI Perjuangan Sangat Berduka

pdip-jatim-tjahjo-berpeci

JAKARTA – Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan seluruh keluarga besar PDI Perjuangan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan tersebut meninggal dunia, Jumat (1/7/2022) usai menjalani perawatan intensif sejak beberapa hari lalu. Tjahjo Kumolo wafat sekitar pukul 11.10 WIB di RS Abdi Waluyo, Jakarta.

“Beliau salah satu kader terbaik Partai. Mas Tjahjo dikenal sebagai sosok pemimpin dengan kesabaran tinggi, santun, dan menampilkan kepemimpinan penuh semangat persahabatan dan menyatukan,” beber Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dari Yogyakarta.

Menurut Hasto, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri memberikan arahan kepada seluruh kader, anggota, dan simpatisan Partai untuk memberikan penghormatan terbaik pada almarhum. Yakni dengan mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang di kantor-kantor Partai.

“Mas Tjahjo sosok yang legendaris karena menjadi anggota DPR RI selama enam periode; menjadi Sekjen PDI Perjuangan pada periode 2010-2015, hingga dipercaya sebagai Mendagri dan Menpan RB,” sebutnya.

“Almarhum juga sosok yang setia mendampingi Ibu Megawati Soekarnoputri. Saya diajarkan oleh Mas Tjahjo bahwa berdedikasi pada Ibu Megawati harus menggunakan alam batin dan pikiran yang jernih, penuh dengan kejujuran dan kesetiaan,” sambung Hasto.

Dia menambahkan, seluruh kader banteng memberikan penghormatan terbaik dengan mendoakan almarhum agar dilancarkan jalannya menghadap Tuhan Yang Maha Kasih dan Maha Penyayang, dan semoga husnul khotimah.

PDI Perjuangan, inbuhnya, akan memberikan penghormatan dengan protokol Partai. “Selamat jalan Mas Tjahjo Kumolo, perjuangan Mas Tjahjo telah menjadi satu dan bersenyawa dengan seluruh kehidupan PDI Perjuangan,” tutupnya.

Tjahjo Kumolo lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 1 Desember 1957. Dia menjabat sebagai Menpan RB sejak 23 Oktober 2019, pada Kabinet Indonesia Maju. Tjahjo sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Indonesia mulai 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019 pada Kabinet Kerja.

Dia terpilih menjadi anggota DPR Republik Indonesia periode 2009–2014 dari PDI Perjuangan dengan wilayah pemilihan Jawa Tengah I.

Saat itu, Tjahjo menjadi Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI dan juga menjadi anggota Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi di DPR RI.

Tjahjo Kumolo dipilih oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Sekjen PDI Perjuangan periode 2010-2015 yang pada periode sebelumnya sebagai Ketua Bidang Politik DPP PDI Perjuangan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...
LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...
KRONIK

Abidin Fikri Salurkan 99 Alat Bantu Disabilitas untuk Warga Bojonegoro dan Tuban

BOJONEGORO – Upaya penanganan masalah kesejahteraan sosial dan pemenuhan hak kelompok disabilitas terus diwujudkan ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Desak Gubernur Perkuat Mitigasi: Jangan Tunggu Air Habis dan Hutan Terbakar

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengevaluasi ...