oleh

Megawati: Soliditas Lebih Penting!

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri minta semua kader partainya total mendukung dan memenangkan kandidat yang diusung PDIP.

Megawati menegaskan, setelah partai menetapkan, tidak ada lagi alasan untuk mengambil jalan beda dengan jalan yang diambil partai.

“Kalau kata saya tempur, enggak ada lagi istilah orang si A, si B, si C. Kalau enggak mau silakan keluar. Saya lebih suka lima orang yang mau berjuang daripada 100 orang tapi gak jelas maunya apa,” tegas Megawati, di depan kader dan bakal cagub-cawagub di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, kemarin.

Jika kader PDIP sudah satu suara dan siap berjuang, sebut Megawati, maka bukan tidak mungkin survei elektabilitas dan popularitas yang rendah pun akan menang.

Pasalnya, survei bukan pegangan dan sekadar modal untuk mengetahui peta dan memproyeksikannya ke depan. “Lebih penting dari itu, soliditas!” tandasnya.

Lagi pula, sambung Megawati, pihaknya memang tak mencari figur penguasa, tapi pemimpin yang bisa mengayomi masyarakat. Prosesnya memang tidak mudah karena diisi beragam diskusi padat hingga perdebatan alot.

“Meskipun manusia Indonesia banyak, tapi mencari pemimpin yang bisa menunjukkan karakter kepemimpinannya membuat saya terbebani sebagai ketua umum. Jadikan orang dengan cara transaksional mudah, tapi PDIP sudah sepakat lihat karakter,” jelas dia.

Bahkan dia tidak segan untuk berdebat dan berdiskusi berjam-jam bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto serta tokoh-tokoh PDIP dalam menentukan nama-nama yang akan diusung partainya.

“Bahwa dengan teguh saya nyatakan bahwa misal si A saya katakan tidak bisa si karakter ini saya tahu. Saya tidak hanya cari orang tetapi ini dia harus bisa memimpin 5 tahun. Karena memimpin itu enggak mudah loh, karena belum tentu langsung bisa memimpin. Lalu karakter adil dan selalu memang kebenaran sehingga enggak takut mengatakan kalau benar ya benar bukannya dimanipulasi,” ucapnya.

Megawati akan menilai seseorang berhasil atau tidak pada tahun pertamanya menjadi pemimpin dan akan kembali mengusungnya. Jadi cara ini, kata dia, mengurangi kerjaannya dalam mencari calon.

Seperti contohnya Djarot Saiful Hidayat sebagai bakal calon gubernur Sumut dan Ganjar Pranowo kembali diusung sebagai bakal calon gubernur Jateng. Karena kedua kader PDIP ini tidak diragukan dalam memimpin.

“Saya bisa lihat yang namanya tokoh itu misalnya Pak Djarot. Setelah saya lihat lulus membentuk kariernya di partai itu bukan langsung menjadi tokoh atau masuk di struktur kepemimpinan. Kami lihat itu 10 tahun menjadi wali kota Blitar selalu berhasil,” tuturnya.

Megawati juga menyebutkan, menjadi pemimpin pun tidak mudah. Sebelum menjabat, karakter para kandidat terlihat baik.

Tapi di tengah jalan, bukan tidak mungkin terpeleset dengan godaan kekuasaan. Dia pun meminta agar kandidat calon kepala daerah yang diusung PDIP bisa meresapi tugas mereka nanti.

“Politik ini adalah kehidupan itu sendiri. Buat mereka yang sudah berdebar-debar dan dapat rekomendasi, harus bisa menghayati apa yang saya ucapkan,” tutur Presiden ke-5 RI tersebut.

PDIP sendiri baru saja mengumumkan enam pasangan calon yang akan diusungnya dalam Pilkada Serentak 2018. Sebelumnya PDIP telah mengumumkan beberapa kandidatnya di daerah lain secara bertahap.

Adapun yang diumumkan kali ini yakni Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. (goek)

rekening gotong royong