Megawati: Jangan Terburu Ekspor Beras yang Baru Dipanen

 24 pembaca

INDRAMAYU – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berharap Indonesia tidak terburu-buru mengekspor beras yang baru dipanen. Sebab, menurut Presiden ke-RI tersebut, stok beras untuk penduduk Indonesia harus dipenuhi terlebih dahulu.

“Kalau panen padi itu, berasnya jangan langsung diekspor dulu. Suruh rakyat makan dulu, cukup dulu, baru sisanya diekspor,” kata Megawati, saat menghadiri panen raya padi di Desa Majakerta, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019).

Megawati menyebutkan bila bahan pangan didahulukan untuk rakyat, maka akan mempermudah swasembada pangan di Indonesia.

“Kalau panen padi dan rakyat didahulukan, maka kita bisa swasembada, bisa berdiri di kaki sendiri,” ujar Mega di hadapan para petani Indramayu, ratusan warga desa Majakerta, dan seluruh kader PDIP Indramayu.

Megawati mengajak para pemuda desa untuk mau kembali bertani, dan menggarap tanah mereka menjadi sawah daripada migrasi ke kota atau bekerja di pabrik.

“Kalau saya tanya kenapa tidak mau jadi petani, jawabannya capek. Tentu capek, tapi nikmat karena tanahnya milik sendiri,” ucapnya.

Dia menjelaskan, menjadi petani pada saat ini dipermudah dengan adanya kelompok tani serta dukungan dari pemerintah. “Dengan kelompok tani, para petani bisa memiliki suara yang lebih solid, caranya kerja juga bagus, tahu bibit ini bagus atau tidak,” tambah Megawati.

Pemerintah memberikan dukungan dengan menyediakan benih-benih unggul bagi para petani, sehingga petani tinggal memilih mana yang cocok untuk ditanam di tanah mereka.

Selain panen raya, Megawati juga ikut menanam bibit padi unggul temuan kader PDI Perjuangan Surono Danu bernama Mari Sejahterakan Petani (MSP). Panen kali ini merupakan panen pertama bibit padi MSP di Indramayu.

Megawati juga mengingatkan masyarakat kembali memilih Jokowi untuk melanjutkan program-program kerjanya. Terutama yang menyangkut kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan. “Indonesia butuh pemimpin yang punya visi ke depan di bidang pertanian. Saya melihat Jokowi bukan karena saya memilih beliau, tetapi orang ini (Jokowi) mau kerja. Dia kerja keras, sederhana, ngomongnya saja sangat sopan,” tuturnya. (goek)