Kamis
23 Juli 2026 | 11 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati Dukung Pembentukan Forum Peraih Kalpataru

pdip-jatim-megawati-peraih-kalpataru1

SURABAYA – Para peraih Kalpataru minta kepada Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri agar memfasilitasi pembentukan organisasi atau forum khusus untuk mereka. Tujuan pembentukan organisasi itu untuk menguatkan komunikasi di antara peraih Kalpataru.

Usulan itu mereka sampaikan langsung ke Megawati, dalam acara Jaga Bhumi Festival yang digelar di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Sabtu (28/4/2018).

Megawati  yang juga Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) sangat mendukung peraih Kalpataru membuat forum atau organisasi yang bisa menjalin komunikasi dan menjadi wadah pembelajaran kepada mereka.

Namun, dia mengingatkan supaya organisasi itu tidak disalahgunakan untuk kepentingan lainnya.

“Saya sangat senang dan mendukung kalau mau dibuat organisasi, tapi semangat untuk membangun lingkungan dan rohnya Kalpataru harus tetap dijunjung tinggi, tidak boleh sampai hilang,” ujar Megawati

Mega juga bersedia memfasilitasi pertemuan antara para peraih Kalpataru dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

“Kami akan mencoba menghubungi Menteri Siti dan tentunya menyampaikan yang diusulkan dan disarankan penerima Kalpataru,” ujarnya.

Menurut Mega, pertemuan tersebut nantinya akan digelar dan difasilitasi Pemerintah Kota Surabaya. Para peraih Kalpataru juga akan dilibatkan dengan pembicaraan mengenai kerjasama pembangunan kebun raya mangrove dengan pihak pemkot.

“Hal-hal seperti itu, memang kami upayakan. Sehingga, mereka dapat perhatian dari pemerintah pusat,” kata Megawati.

Menurut Megawati, kondisi kekayaan lingkungan Indonesia yang sangat luar biasa tidak boleh disia-siakan. Perlu ada tindakan khusus untuk terus melestarikan itu.

“Para penerima Kalpataru yang sudah sangat berpengalaman sebagai praktisi ini kan harusnya bisa lebih diberi ruang untuk itu,” harapnya.

“Ruang yang bagaimana? Mereka kan bisa difasilitasi untuk berbicara dan menularkan ilmu mereka kepada khalayak luas. Misalkan yang bisa menghijaukan Gunung Kidul yang dulu gersang, kan bisa membagikan ilmunya pada daerah lain yang juga gersang,” tambah dia.

Dalam kesempatan yang sama, Risma menyatakan siap memfasilitasi pembicaraan tentang pembangunan mangrove dengan penerima Kalpataru.

Menurutnya, selama ini apa yang sudah dilakukan penerima Kalpataru kurang diperhatikan. “Karena bekerja di bidang lingkungan hidup itu berat dan nggak ada yang mengapresiasi,” kata Risma.

Lebih lanjut, Risma mengatakan ada dampak positif jika pertemuan penerima Kalpataru dengan Menteri Siti dapat terlaksana. Menurutnya, pertemuan itu nantinya dapat mendorong penerima Kalpataru agar semakin peduli dengan lingkungan hidup. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pedagang Pasar Baru Magetan Cemas Tergusur Rencana Pembangunan Bioskop, DPRD Turun Tangan

MAGETAN – Kawasan Pasar Baru Magetan kembali menjadi sorotan. Belum usai persoalan penataan parkir, kini muncul ...
KABAR CABANG

PDIP Trenggalek Mulai Musran-Musanran, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek memulai Musyawarah Ranting dan Musyawarah Anak Ranting dari Kecamatan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tertibkan Parkir Surabaya, 250 Lokasi Disegel dan Makam Keputih Terapkan Gate System

Pemkot Surabaya menertibkan pengelolaan parkir dengan menyegel 250 lokasi yang belum berizin serta menerapkan gate ...
LEGISLATIF

Hari Anak Nasional, Kanang Berbagi Motivasi kepada Wali Murid SDN Margomulyo 2 Ngawi

NGAWI – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SDN Margomulyo 2 Ngawi. ...
LEGISLATIF

Dukung Sekolah Terintegrasi, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Tolak Pengambilalihan Aset Daerah

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat, ...
RUANG MERAH

Menghitung Genarasi Emas dari Lambung

Oleh Martin Rachmanto ADA sebuah fragmen ingatan yang abadi dari dekade 1950-an, ketika halaman Istana Negara belum ...