Jumat
10 April 2026 | 5 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mbah Sosro Hanya Mengenal Pak Karno

Mbah Sosro

Mbah SosroJAKARTA – Pernah mendengar atau melihat langsung Istana Presiden Republik Indonesia? Dari tujuh presiden yang pernah memimpin negeri ini, siapa yang mengesankan?

“Saya tidak tahu tentang istana presiden. Saya tidak pernah melihat istana,” jawab Mbah Sosro, petani yang sejak lahir 80 tahun lalu sampai saat ini tinggal di sebuah rumah yang dikelilingi sawah di Desa Banjarsari, Kelurahan Sukohardjo, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Saya hanya tahu Pak Karno, presiden (presiden pertama RI, Soekarno). Beliau hebat,” jawabnya berdasarkan pengalamannya mengenal para Presiden Indonesia hingga saat ini.

“Masa Pak Karno sangat menyenangkan. Tidak pernah ada perkara beselan (bahasa Jawa, artinya ’suap’),” kata pria yang hidup menduda sejak delapan tahun lalu ini.

Mbah Sosro punya banyak sawah warisan dari ayahnya. Ia punya anak yang telah menikah. Di dalam rumahnya ada tungku untuk memasak yang menggunakan kayu bakar. Ada sebuah televisi dan seperangkat gamelan. Pendidikannya sekolah menengah pertama, tidak sampai selesai.

Akhir pekan depan, Sabtu, 7 Februari, di sebelah rumah Mbah Sosro, di Banjarsari Homestay, ada acara obrolan ringan mengenai istana presiden dan para penghuninya.

Mbah Sosro, yang disebut sebagai maesenas Desa Banjarsari oleh Hariadi Saptono (dari Bentara Budaya Jakarta), akan ikut ngobrol bersama Direktur Lembaga Penelitian Pendidikan Penerbitan Yogyakarta Ashadi Siregar; budayawan Romo Sindhunata SJ; seniman Djaduk Ferianto; Hariadi Saptono; serta pesinden dan penyanyi seriosa muda Endah Laras.

Kembali ke tanya jawab tentang istana dan para Presiden Indonesia pada Sabtu lalu, Mbah Sosro bercerita tentang pengalaman hidupnya mengurus sawah yang banyak bersinggungan dengan urusan birokrasi pemerintah. “Di masa Pak Karno tidak pernah ada beselan (suap),” ujarnya beberapa kali.

Menurut pengalamannya yang sangat sederhana, budaya suap mulai dirasakan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto (presiden kedua RI) hingga saat ini, detik ini.

Djaduk Ferianto, yang baru kembali dari acara workshop tentang musik jazz di Amerika dan punya anak yang diberi nama Presiden, punya impian tersendiri tentang istana dan Presiden RI. “Saya ingin istana rakyat yang hidup di masa Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Keraton Yogyakarta pada masa Sultan Hamengku Buwono IX,” ujarnya.

Romo Sindhunata SJ yang belum lama mengadakan acara Revolusi Mental Mengenang Gus Dur di Pedepokan Omah Petruk (tak jauh dari Desa Banjarsari) menulis artikel berjudul “Bayarlah Utang kepada Rakyat”. Majalah Basis yang memuat artikel itu dibagikan kepada pengunjung acara di Omah Petruk akhir tahun lalu.

“Bukan salah Presiden Jokowi (Joko Widodo) dan pemerintahannya jika harus menanggung utang dan wajib nyaur kepada rakyat. Namun, pemerintahan Jokowi akan membuat kesalahan yang sama jika mereka tidak mempunyai dan membangun watak yang memberi. Revolusi mentalnya perlu mengubah watak pemerintah yang maunya hanya mengambil, sampai tega merampas harta rakyat dengan korupsi habis-habisan, menjadi watak pemerintah yang ikhlas dan murah hati dalam memberi,” begitu, antara lain, kata Sindhunata di artikelnya.

“Sudah lama pemerintah hanya mengeruk, sekarang saatnya mereka memberi. Dengan mau memberi itulah mereka akan mulai bisa nyicil nyaur utangnya yang amat banyak dan tak terhitung kepada rakyatnya,” ujar Sindhunata di akhir artikelnya.

Bisa atau tidak pemerintah memberi kepada rakyat? Bagaimana cara memberinya? Cobalah mulai memberantas mafia minyak dan gas (migas). Di sektor migas ini budaya beselan dan korupsi sangat besar. (J Osdar)

Sumber: Kompas

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Tinjau TKA, Rijanto Dorong Standar Mutu Pendidikan Blitar Naik ke Level Nasional

BLITAR — Bupati Blitar, Rijanto, meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademis (TKA) jenjang SMP di sejumlah sekolah, ...
EKSEKUTIF

WFH Jumat ASN Surabaya: Tekan Emisi, Pangkas Anggaran, Genjot Kinerja

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengunci arah baru birokrasi dengan kebijakan kerja fleksibel ...
KRONIK

Soekarno Cup 2026 Digelar di Tiga Kota, Bupati Lukman: Penguatan Kolaborasi Antardaerah

SURABAYA – Kabupaten Bangkalan mendapat kepercayaan menjadi salah satu tempat berlangsung Soekarno Cup 2026. Hal ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Mojokerto Sampaikan 18 Rekomendasi Strategis LKPJ Wali Kota 2025

MOJOKERTO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto secara resmi menyerahkan 18 poin rekomendasi ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jombang Perkuat Kader Muda dan Siapkan Strategi Ketahanan Pangan

JOMBANG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang secara resmi menerima hasil uji kompetensi dan psikotes calon ...
KRONIK

Eri Irawan Siap Kawal Implementasi Bagi Hasil Parkir Digital di Surabaya

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menegaskan langkah Dinas Perhubungan yang menon-aktifkan izin ...