Masyarakat dan Dinkes Jatim Diminta Waspadai Penyebaran DBD

Loading

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Wara Sundari Reny Pramana mengingatkan Dinas Kesehatan Jatim agar mewaspadai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap muncul saat musim penghujan. Terlebih penyakit tersebut di Jatim tahun ini sudah menelan korban jiwa. Masyarakat dan Dinkes Jatim Diminta Waspadai Penyebaran DBD

“Kami ingatkan Dinkes Jatim untuk menurunkan timnya bersama Dinkes kabupaten/kota di Jatim untuk waspada penyakit DBD. Ini penyakit timbul karena nyamuk dampak curah hujan yang ekstrem di Jatim,” kata Wara Sundari Reny Pramana, Minggu (1/3/2020).

Reny juga mengimbau masyarakat untuk bergotong royong membersihkan saluran-saluran air yang tersumbat atau tergenang. Mengingat air genangan selokan bisa menjadi habitat berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.

Baca juga: Saat Dunia Waspada Corona, Agatha Minta Pemprov Gencar Gairahkan Wisata

“Kedua nyamuk ini sangat senang hidup di wilayah tropis dan subtropics,” beber Bendahara DPD PD Perjuangan Jatim ini.

Pihaknya juga berharap pihak-pihak terkait ikut menggiatkan fogging atau pengasapan massal untuk mencegah penyebaran penyakit DBD ini.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jatim lebih dari 800 Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di provinsi ini tercatat pada periode Januari-Februari 2020. Dinas Kesehatan Jatim mengonfirmasi, tujuh pasien di antaranya meninggal.

Dari catatan dinas tersebut per bulan, pada Januari lalu terdata sebanyak 214 penderita DBD. Selama 14 hari bulan Februari, sampai Jumat (14/2/2020), jumlahnya bertambah 587 kasus baru.

Sejauh ini, dari 800 Kasus DBD di awal 2020, Kabupaten Malang masih menjadi daerah dengan kasus DBD tertinggi dengan 103 kasus pada periode Januari-Februari.

Selanjutnya Kabupaten Trenggalek sebanyak 58 kasus, Kabupaten Jember 57 kasus, Kabupaten Probolinggo 52 kasus, dan Kabupaten Pacitan sebanyak 48 kasus.

Terpisah, Kadinkes Jatim dr Herlin Ferliana kepada wartawan mengaku sudah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk berperan aktif mencegah DBD dengan cara lebih peduli pada lingkungan.

Salah satunya menggencarkan gerakan 3M plus yakni menguras, mengubur, dan menutup wadah yang berpotensi jadi sarang nyamuk. (goek)