Minggu
06 September 2026 | 7 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Masih Dapat Kepercayaan Tertinggi, PDIP Bakal Terus Kawal Amanat Rakyat

pdip-jatim-jokowi-megawati-salam-3-jari

JAKARTA – Wakil Sekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah menegaskan, partainya melihat hasil survey sebagai cambuk bekerja ikhlas untuk mengabdi kepada masyarakat.

Penegasan ini disampaikan Basarah menyikapi hasil survey Charta Politika yang menunjukkan PDIP masih mendapat kepercayaan dari rakyat dalam Pileg dan Pilpres 2019.

“Kami mengapresiasi lembaga survei yang telah melakukan inisiatif memotret referensi publik terhadap kontestasi elektoral Pileg dan Pilpres 2019. Kami akan menjadikan ini sebagai rujukan,” kata Basarah.

Baca juga: Jokowi Masih Bertengger di Papan Teratas

Sebelumnya pada Senin (21/5/2018), Charta Politika Indonesia merilis hasil survei tiga partai politik yang memiliki elektabilitas paling kuat dalam pemilihan legislatif 2019. Ketiga partai itu yakni PDIP, Gerindra dan Golkar.

Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, ketiga partai dengan elektabilitas tertinggi itu, PDI Perjuangan 24,9 persen, Gerindra 12,3 persen, dan Golkar 11,0 persen.

Elektabilitas 11 partai lainnya di bawah 10% sementara yang menjawab Tidak Tahu (TT)/Tidak Jawab (TJ) cukup besar, yakni mencapai 20,2%.

Charta Politika melakukan survei nasional pada 13-19 April 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang tersebar di 34 provinsi. Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,19% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%.

Berangkat dari hasil survey Charta Politika, lanjut Basarah, PDIP bakal menjaga amanat rakyat. Menurut dia, sikap tersebut konsekuensi dari konsistensi PDIP dalam menjaga posisi ideologi sebagai partai pengusung gagasan nasionalis Indonesia.

“Saya yakin rakyat akan menilai semua itu. Pasti, komitmen kami bekerja di tengah masyarakat bukan cuma di momen tertentu, tapi setiap hari dengan segenap energi,” ujarnya.

Sementara, kontestasi ideal di pilpres nanti, dia berharap pasangan calon dapat menjadi pemimpin, bukan penguasa. Dia menambahkan, jangan beranggapan pilpres menjadi ajang penentu hidup dan mati tokoh atau parpol tertentu.

“Berarti, jangan mengorbankan prinsip-prinsip mendasar bagi kehidupaan berbangsa dan bernegara. Semua harus bisa menjadikan pilpres ini sebagai sarana untuk memilih pemimpin baik untuk Indonesia,” imbuh dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Komitmen Perkuat Konsolidasi, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Rejotangan Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Rejotangan terbentuk dengan ...
BERITA TERKINI

Yuzar Rasyid Dorong Warga Segera Urus Perubahan Desil Agar Bansos Tepat Sasaran

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mengalami kenaikan desil secara tiba-tiba untuk ...
BERITA TERKINI

Arjuna Minta Verifikasi Data Kemiskinan Dilakukan Jemput Bola

SURABAYA — Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Arjuna Rizki Dwi Krisnayana meminta proses verifikasi dan koreksi data ...
KRONIK

Kekeringan Tahunan di Tuban, Fraksi PDI Perjuangan Dorong Pembangunan Embung dan Pipanisasi

​TUBAN — Kekeringan berdampak krisis air bersih terjadi saban tahun di sebagian wilayah Kabupaten Tuban. Diperlukan ...
BERITA TERKINI

Novita: Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi, Infrastruktur Wajib Jadi Prioritas

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong agar kebudayaan tidak berhenti sebagai atraksi yang ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...