Jumat
28 Agustus 2026 | 7 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ma’ruf Pakai Istilah ‘Buta-Budek’, PDIP: Tidak Menuduh Siapapun

pdip-jatim-hendrawan-detik

JAKARTA – PDI Perjuangan menilai istilah ‘buta dan budek’ yang digunakan cawapres Ma’ruf Amin tidak untuk menuduh siapapun. Ma’ruf dianggap sedang mengajak agar melihat kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) secara objektif.

“Pernyataan tersebut lebih sebagai ajakan agar dalam menilai, kita menjunjung asas dan prinsip objektivitas. Tidak dimaksudkan untuk menuduh atau memojokkan siapa pun,” kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada detikcom, Sabtu (10/11/2018).

Dia menilai objektivitas adalah hal yang penting. Menurutnya, objetivitas juga merupakan salah satu pilar sikap ilmiah.

“Objektivitas adalah salah satu pilar sikap ilmiah yang penting,” ucapnya.

Kemudian, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan pernyataan Ma’ruf merupakan jawaban atas berbagai berita bohong yang dikembangkan pihak yang tidak suka jika Jokowi kembali terpilih sebagai presiden.

Menurutnya, kelompok yang membuat berita bohong tentang Jokowi-Ma’ruf sengaja membutakan dan menulikan diri sendiri atas capaian pemerintahan Jokowi.

“Pernyataan Pak Ma’ruf ini tentu merupakan jawaban terhadap berbagai isu dan hoax yang dikembangkan oleh pihak yang tidak suka Jokowi memimpin Indonesia 2019-2024. Kelompok berupaya dengan segala macam cara termasuk memproduksi hoax dan black campaign untuk menegasi kinerja dan capaian pemerintahan Jokowi. Mereka sebenarnya bisa melihat, bisa mendengar, tetapi mereka membutakan dan menulikan diri sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut menjadi buta dan tuli bersama dengan mereka,” ujar Andreas.

Ma’ruf Amin sebelumnya menyebut banyak prestasi yang dilakukan pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla. Dia kemudian menggunakan istilah orang ‘buta’ dan ‘budek’ bagi yang tidak bisa melihat prestasi Presiden Jokowi.

“Orang sehat bisa dapat melihat jelas prestasi yang ditorehkan oleh Pak Jokowi, kecuali orang budek saja tidak mau mendengar informasi dan kecuali orang buta saja tidak bisa melihat realitas kenyataan,” ujar Ma’ruf Amin dalam sambutan deklarasi Barisan Nusantara, di Jalan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11).

Ia kemudian menegaskan, ucapannya tidak menuduh seseorang. Dia juga mengatakan ucapannya itu bukan karena marah kepada orang lain.

“Saya tidak marah, dan bukan sedang menuduh siapa-siapa. Saya cuma bilang, kalau ada yang yang menafikan kenyataan, yang tak mendengar dan melihat prestasi, nah sepertinya orang itu yang dalam Alquran disebut ṣummum, bukmun, ‘umyun. Budek, bisu, dan tuli,” ujar Ma’ruf kepada Tim Blak-blakan detikcom. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...