Kamis
15 Oktober 2026 | 8 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ma’ruf Pakai Istilah ‘Buta-Budek’, PDIP: Tidak Menuduh Siapapun

pdip-jatim-hendrawan-detik

JAKARTA – PDI Perjuangan menilai istilah ‘buta dan budek’ yang digunakan cawapres Ma’ruf Amin tidak untuk menuduh siapapun. Ma’ruf dianggap sedang mengajak agar melihat kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) secara objektif.

“Pernyataan tersebut lebih sebagai ajakan agar dalam menilai, kita menjunjung asas dan prinsip objektivitas. Tidak dimaksudkan untuk menuduh atau memojokkan siapa pun,” kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada detikcom, Sabtu (10/11/2018).

Dia menilai objektivitas adalah hal yang penting. Menurutnya, objetivitas juga merupakan salah satu pilar sikap ilmiah.

“Objektivitas adalah salah satu pilar sikap ilmiah yang penting,” ucapnya.

Kemudian, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan pernyataan Ma’ruf merupakan jawaban atas berbagai berita bohong yang dikembangkan pihak yang tidak suka jika Jokowi kembali terpilih sebagai presiden.

Menurutnya, kelompok yang membuat berita bohong tentang Jokowi-Ma’ruf sengaja membutakan dan menulikan diri sendiri atas capaian pemerintahan Jokowi.

“Pernyataan Pak Ma’ruf ini tentu merupakan jawaban terhadap berbagai isu dan hoax yang dikembangkan oleh pihak yang tidak suka Jokowi memimpin Indonesia 2019-2024. Kelompok berupaya dengan segala macam cara termasuk memproduksi hoax dan black campaign untuk menegasi kinerja dan capaian pemerintahan Jokowi. Mereka sebenarnya bisa melihat, bisa mendengar, tetapi mereka membutakan dan menulikan diri sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut menjadi buta dan tuli bersama dengan mereka,” ujar Andreas.

Ma’ruf Amin sebelumnya menyebut banyak prestasi yang dilakukan pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla. Dia kemudian menggunakan istilah orang ‘buta’ dan ‘budek’ bagi yang tidak bisa melihat prestasi Presiden Jokowi.

“Orang sehat bisa dapat melihat jelas prestasi yang ditorehkan oleh Pak Jokowi, kecuali orang budek saja tidak mau mendengar informasi dan kecuali orang buta saja tidak bisa melihat realitas kenyataan,” ujar Ma’ruf Amin dalam sambutan deklarasi Barisan Nusantara, di Jalan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11).

Ia kemudian menegaskan, ucapannya tidak menuduh seseorang. Dia juga mengatakan ucapannya itu bukan karena marah kepada orang lain.

“Saya tidak marah, dan bukan sedang menuduh siapa-siapa. Saya cuma bilang, kalau ada yang yang menafikan kenyataan, yang tak mendengar dan melihat prestasi, nah sepertinya orang itu yang dalam Alquran disebut ṣummum, bukmun, ‘umyun. Budek, bisu, dan tuli,” ujar Ma’ruf kepada Tim Blak-blakan detikcom. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KOLOM

Pendidikan Karakter dan Cinta Tanah Air : Catatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya

Oleh Susy Cecilia Agustina S.* IBARAT pohon, cinta tanah air tidak tiba-tiba tumbuh, tapi perlu disemai, dipupuk, ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Entrepreneur dan Buka Lapangan Kerja

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mendorong generasi muda menjadi entrepreneur yang mampu ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Minta Pemerintah Lindungi Warga Terdampak Karhutla

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat perlindungan masyarakat yang terdampak kebakaran ...
LEGISLATIF

Kaji Ipuk: Pemkot Surabaya Siapkan 50 Hektare Lahan Makam di Sumberejo

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan lahan cadangan seluas 50 hektare di kawasan ...
MILANGKORI

Dari Desa, Dimas Pratama Merawat Kedekatan dengan Petani Lewat Demang Sambang

TULUNGAGUNG – Bagi petani, persoalan sehari-hari tidak selalu berhenti di sawah. Ada kebutuhan keluarga yang harus ...
LEGISLATIF

Doding Rahmadi Bakal Bangun Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan di Trenggalek

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, merencanakan pembangunan sumur bor untuk mengatasi ...