oleh

Maju ke Pilgub Jatim, Bupati Anas Siap Patuhi Mekanisme di PDIP

-Berita Terkini, Pemilu-12 kali dibaca

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan belum akan berbicara banyak terkait pendaftaran dirinya untuk maju ke Pilgub Jatim 2018 melalui PDI Perjuangan.

“Saya belum bisa beri pernyataan terlalu banyak. Intinya, kita tunggu saja proses demokrasi yang sedang berlangsung ini. Kita tunggu semua mekanisme yang sedang berjalan. Saya dalam posisi menunggu perintah dan keputusan pimpinan partai,” kata Anas, Selasa (11/7/2017).

Seperti diketahui, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah mengembalikan formulir pendaftaran Anas ke kantor DPD PDIP Jatim, Minggu (9/7/2017). Anas didaftarkan DPC PDIP Banyuwangi baik sebagai bakal cagub maupun cawagub.

Saat disinggung tentang peluangnya mendapat rekomendasi, Anas tidak mau berandai-andai. Dia menegaskan, soal itu sudah masuk wilayah pimpinan partai, sehingga dia tidak berhak ikut campur sedikit pun.

“Jadi saya menunggu. Yang diputuskan oleh pimpinan pasti yang terbaik bagi semua, sudah dengan berbagai pertimbangan matang,” ucapnya.

Anas juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran pengurus DPC PDI Permjuangan Banyuwangi yang telah mengusulkan dan mendaftarkan dirinya untuk maju ke Pilkada Jatim.

Pendaftaran dirinya tersebut tidak akan mengurangi fokus pada pelayanan publik di Banyuwangi. Pihaknya juga belum melakukan kerja-kerja politik, karena menghormati mekanisme yang sedang berjalan.

“Tetap fokus di Banyuwangi, ya seperti hari ini mengecek layanan administrasi kependudukan, jemput bola warga yang sakit, rapat dengan Angkasa Pura soal pengembangan bandara, dan sebagainya,” ujar bupati berusia 43 tahun itu.

Sementara itu, saat mengembalikan formulir pendaftaran Anas ke kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Ketua DPC PDIP Banyuwangi I Made Cahyana Negara mengatakan, pengembalian formulir ini adalah bentuk kesiapan untuk menjalani seluruh proses penjaringan calon kepala daerah yang dilakukan PDIP.

“Untuk selanjutnya, kami tunduk pada keputusan Ketua Umum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujar Made.

Dia menyebutkan, PDIP Banyuwangi mendorong Anas maju dalam Pilkada Jatim berdasarkan kinerja yang ditorehkan bupati muda itu.

Sebelumnya, Banyuwangi adalah daerah yang jauh dari pusat pertumbuhan utama Jatim. Banyuwangi tak dihitung dalam peta kemajuan daerah.

Belum lagi hambatan infrastruktur karena Banyuwangi adalah daerah terluas di Pulau Jawa, sedangkan di sisi lain APBD-nya tak segede kota-kota besar.

“Tapi berkat pola kepemimpinan gotong-royong Pak Anas bersama masyarakat, tokoh lintas agama, budayawan, akademisi, dan sebagainya, Banyuwangi kini secara bertahap terus maju pesat. Tentu pasti masih ada kekurangan-kekurangan. Basis kinerja itu menjadi modal penting untuk memimpin Jatim ke depan,” papar Made.

Secara ekonomi, imbuh politisi yang juga Ketua DPRD Banyuwangi ini, program ekonomi kerakyatan berhasil meningkatkan pendapatan per kapita warga Banyuwangi dari Rp 20,8 juta per orang per tahun menjadi Rp 41,46 juta per orang per tahun pada 2016 atau ada kenaikan 99 persen.

“Angka kemiskinan pun menurun cukup pesat dari level 20 persen menjadi 8,79 persen pada 2016,” sebutnya. (goek)