Kamis
09 Juli 2026 | 5 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lewat Telepon, Sekjen PBB Ajak Jokowi Kerja Sama

pdip jatim - Sekjen PBB Ban Ki Moon 01

pdip jatim - Sekjen PBB Ban Ki Moon 01NUSA DUA – Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Ban Ki-moon mengajak presiden terpilih Joko Widodo bekerja sama menghadapi tantangan dunia. Ajakan itu disampaikan Ban Ki-moon melalui telepon dari arena Forum Global ke-6 Aliansi Peradaban Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations Alliance of Civilizations/UNOAC) di Nusa Dua, Bali, Jumat (29/8/2014).

Saat jumpa pers Ban Ki-moon mengaku telah menelepon Jokowi untuk membicarakan kelanjutan kerja sama badan dunia itu dengan pemerintah Indonesia. “Saya meyakinkan Joko Widodo akan dukungan penuh PBB dan kami sepakat bekerja sama menghadapi tantangan-tantangan di dunia ini,” ungkap Ban Ki-moon dalam jumpa pers Forum Global ke-6 UNOAC.

Mantan Menteri Luar Negeri Korea Selatan yakin, kerja sama Indonesia dengan PBB akan semakin mendalam, sehingga dapat merealisasikan visi bersama untuk dunia yang lebih baik. Indonesia, kata Baki Ki-moon, merupakan salah satu negara demokrasi terbesar di dunia dan telah memberi contoh tentang budaya demokrasi yang hidup.

Dia juga mengucapkan selamat kepada bangsa Indonesia yang telah menyelesaikan pemilihan umum. “Pemilu itu berjalan damai dan demokratis dengan para peserta pemilu yang menghormati hasilnya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ban Ki-moon juga menyatakan yakin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang segera mengakhiri jabatannya, akan terus bekerja untuk kemanusiaan. “Saya yakin Presiden Yudhoyono akan bekerja lebih dekat demi kemanusiaan bahkan setelah kepergiannya dari kantor kepresidenan untuk bekerja pada PBB dan kemanusiaan,” katanya.

Dalam sambutan pembukaan Forum Global ke-6 UNAOC, Ban Ki-moon menyampaikan semboyan “Bhineka Tungal Ika” yang dimiliki bangsa Indonesia bukan sekadar slogan. Semboyan itu, sebut dia, merupakan gaya hidup yang berarti penting untuk menciptakan perdamaian.

Aliansi Peradaban PBB yang dibentuk Ban Ki-moon pada 14 Juli 2005 itu bertujuan menjembatani jurang antara Islam dan Barat, serta membangun kemauan politik dan aksi bersama untuk menghadapi prasangka, mispersepsi, dan menolak ekstremisme dalam masyarakat. Aliansi Peradaban PBB itu memiliki empat pilar tindakan, yaitu pendidikan, kepemudaan, media, dan migrasi. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkab Gresik Ringankan Beban 1.177 Petani Gagal Panen 

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat merespons dampak kekeringan yang mengakibatkan gagal panen ...
EKSEKUTIF

Hari Jadi ke-668 Momentum Wujudkan Ngawi Tumbuh, Berdaya, dan Berbudaya

NGAWI – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh ...
KRONIK

Tekad Menang 24 Pecatur Magetan di Tengah Minimnya Anggaran

MAGETAN – Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Magetan, Rita Haryati, resmi melepas ...
LEGISLATIF

Pencemaran Lingkungan di Pesisir Lamongan Masih Terjadi, Pemkab Diminta Upayakan Pencegahan Sistematis

LAMONGAN – Dugaan pencemaran lingkungan di kawasan pesisir diungkap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Tegaskan Komitmen Lestarikan Keris sebagai Warisan Budaya Trenggalek

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi menegaskan komitmennya mendukung pelestarian keris ...
KABAR CABANG

PAC PDIP Sukowono Awali Konsolidasi dengan Selawat, Perkuat Tradisi Keagamaan

JEMBER – Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Sukowono menjadikan pembacaan selawat sebagai pembuka ...