oleh

Lewat FGD Kemaritiman, PDIP Siap Beri Masukan ke Tim Jokowi-Ma’ruf Amin

-Berita Terkini, Kronik-11 kali dibaca

JAKARTA – PDI Perjuangan akan menyampaikan hasil Forum Group Discussion (FGD) terkait gagasan internal bidang maritim ke dalam program pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

FGD dengan tema “Akselarasi Industri 4.0 Berbasis Produk Kelautan dan Perikanan Indonesia” itu diadakan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, kemarin.

“FGD ini nanti akan memberikan masukan kepada tim visi misi Pak Jokowi terhadap agenda-agenda prioritas di bidang kelautan tersebut,” kata  Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Dalam FGD, selain Hasto, hadir juga Ketua Bidang Maritim DPP PDIP Rokhmin Daruri, dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara.

Hadir juga sejumlah kepala daerah, seperti Wali Kota Baubau, Bupati Pulau Buru, Wakil Bupati Bengkalis, Bupati Halmahera Barat, Bupati Rokan Hilir, Wali Kota Tidore, dan Wali Kota Bandarlampung.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan sebagai pilar pendukung Jokowi-Ma’ruf, harus menyampaikan gagasan-gagasan yang konkret yang nanti terintegrasi dengan kebijakan pemerintah.

Bangsa Indonesia, sebut Hasto, sejak dulu dikenal sebagai bangsa maritim. Kerajaan-kerajaan di Nusantara sudah menguasai lautan hingga bisa menguasai wilayah-wilayah di luar Indonesia masa kini.

Orientasi kemaritiman itu lalu menghilang di era sebelum Presiden Jokowi. Setelah 71 tahun merdeka, lanjut dia, Jokowi muncul sebagai pemimpin yang menetapkan visi Poros Maritim Dunia yang masuk ke Nawacita.

Dikatakannya, arah PDIP adalah mempertajam bagaimana ideologi Pancasila dibumikan melalui visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utamanya. Sebab itu, para kepala daerah yang diusung PDIP diwajibkan bekerja mendukung program Poros Maritim Dunia.

“PDIP mengambil inisiatif kepala daerah di daerah pesisir diwajibkan untuk menjalankan upaya pemberdayaan nelayan melalui budidaya kelautan dan lainnya,” jelas Hasto.

Sementara itu, Rokhmin Dahuri menyatakan, bahwa melalui diskusi itu, pihaknya akan merumuskan program kerja nyata yang bisa dilakukan hingga Maret tahun depan. Tujuannya mem-back up dan mem-boosting program kemaritiman Jokowi-Maruf Amin.

Sejauh ini, kata Rokhmin, setidaknya sudah ada 11 poin yang sudah diinventarisasi sebagai hal yang harus dikerjakan di bidang kemaritiman. Di mana salah satunya, peningkatan kesejahteraan nelayan.

Di mana, kata dia, meliputi kemudahan perizinan usaha tangkap ikan, pembentukan koperasi nelayan untuk sarana produksi murah serta untuk pengolahan hingga pemasaran produk nelayan.

“Lalu memikirkan mata pencarian nelayan ketika masa paceklik ikan, mengusahakan rumah dan perumahan berkualitas yang murah, dan memberikan pendidikan, pelarihan dan penyuluhan untuk meningkatkan kapasitas nelayan,” pungkas Rokhmin. (goek)