Rabu
04 November 2026 | 4 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Usulkan Kuota Lansia Penerima Jatah Makanan Ditambah

pdip-jatim-agustin-titin

SURABAYA – Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana mengusulkan kuota untuk warga lanjut usia (lansia) penerima jatah permakanan ditambah. Sebab, saat ini masih 25 persen lansia di Surabaya yang mendapatkan bantuan makanan dari pemkot.

Menurut Agustin, sesuai data yang dia pegang, total lansia tidak mampu di Surabaya ada sebanyak 65.000. “Namun saat ini yang dapat jatah makanan hanya 15.040 atau sekitar 25 persennya saja,” katanya, kemarin.

Dia menyebutkan, warga tidak mampu yang dapat bantuan makanan di Surabaya ada tiga golongan. Yakni lansia, penyandang catat, dan anak yatim.

Penyandang catat yang menerima jatah permakanan ada sebanyak 4.806 orang. Sedangkan anak yatim yang dapat bantuan permakanan ada sebanyak 6.000 orang.

Legislator dari PDI Perjuangan yang akrab disapa Titin ini menyebutkan, lansia yang didata 65.000 itu adalah lansia yang tidak punya sanak saudara dan kurang mendapat perhatian keluarganya.

“Sebaiknya mereka segera disentuh program permakanan,” ucap perempuan yang sudah empat periode menjadi anggota dewan ini.

Alokasi anggaran untuk program permakanan di Surabaya tahun 2017 ini mencapai Rp 120 miliar. Jika memang butuh tambahan, ujarnya, bisa diajukan di perubahan anggaran keuangan.

Sebab, tambah dia, untuk memberikan program permakanan ini sudah ada dalam Peraturan Daerah Kota Surabaya No 19 Tahun 2016.

Tidak hanya menyoroti tentang jumlah warga sasaran penerima manfaat, Titin juga menyoroti soal harga satuan untuk program permakanan.

Warga lansia, anak yatim dan penyandang catat itu setiap hari dapat makan sehari sekali. Harga per porsinya Rp 11.000 dengan menu lengkap berupa nasi, lauk, sayur, buah dan air mineral.

“Nilai Rp 11.000 itu belum naik sejak 2015,” ujarnya. Padahal, tambah dia, saat ini harga sembako sudah banyak yang naik sehingga dimungkinkan ada pengurangan porsi atau kualitas permakanan yang sampai ke penerima manfaat.

Oleh sebab itu pihaknya berharap tahun depan kualitas dan kuantitas program permakanan bisa diperbaiki oleh Pemkot Surabaya. Hal ini untuk memperbaiki kualitas hidup warga lansia, anak yatim dan penyandang catat.

Sementara itu Kepala Bidang Keagamaan dan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kota Surabaya Januar Rizal mengatakan total saat ini penerima manfaat permakanan sudah cukup besar meski belum mencapai keseluruhan.

“Totalnya saat ini sudah 24 ribu. Itu terdiri dari anak yatim, orang yang cacat dan lanjut usia,” katanya.

Dalam menambah sasaran penerima manfaat pemkot selalu bekerja sama dengan kelurahan RT RW untuk melakukan pendataan. Sehingga jika ada yang belum tersentuh program bisa diusulkan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...