Selasa
11 Agustus 2026 | 6 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Surabaya Soroti Penertiban Pasar Tumpah

pdip-jatim-agustin-poliana-sby

SURABAYA – Legislator di Komisi D DPRD Surabaya menyoroti kurang maksimalnya Satpol PP dalam upaya penertiban pasar tumpah di beberapa kawasan Kota Pahlawan.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana menyebutkan, keberadaan pasar tumpah yang berasal dari luberan pedagang, terjadi di hampir semua pasar tradisional.

“Kalau di dalam pasar memang tanggung jawab PD Pasar, namun di luar kan tugas Satpol PP,” kata Agustin, dalam rapat dengar pendapat di ruang Komisi D DPRD Surabaya, kemarin.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, maraknya pasar tumpah bukan saja menyebabkan kesemerawutan. Tapi juga jadi biang kemacetan lalu lintas.

Untuk itu, dia juga menyarankan Pemkot Surabaya menempatkan para pedagang tersebut di lokasi yang lebih representatif.

Meski mendukung upaya penertiban, legislator yang akrab disapa Titin ini minta upaya tersebut dilakukan secara bijak.

Sebab, hal itu berkaitan dengan mata pencaharian para pedagang. Apalagi, sebagian pedagang tersebut adalah warga kota.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto mengatakan selama ini pihaknya terus melakukan penertiban, di antaranya di Pasar Tembok, Pasar Asem, Pasar di Pacuan Kuda dan Pasar Kembang.

Hanya saja, lanjut dia, apabila tak ada pembenahan infrastruktur pasar, keberadaan pasar tumpah sulit diatasi. Sejumlah pedagang yang diarahkan ke dalam pasar tetap kembali ke jalan karena masalah penempatan.

Dia mencontohkan Pasar Tembok, yang di bagian bawah untuk pasar basah, tapi digunakan untuk jual ayam.

“Kan tidak bisa gabung dengan pedagang sayur. Makanya mereka keluar,” terang Irvan.

Irvan mengatakan kondisi sama terjadi di Pasar Kembang. Para pedagang yang menyebabkan pasar tumpah di sekitar Jalan Kedungdoro enggan masuk ke dalam pasar karena PD Pasar menempatkan mereka di lantai dua.

Menurutnya, jika pola penertiban yang dilakukan dengan menjaga kawasan tersebut, jumlah personel yang dibutuhkan cukup banyak. Padahal jumlah personel sangat terbatas.

Irvan mengaku kesulitan lain dalam menertibkan para pedagang pasar tumpah karena mereka selama ini juga membayar retribusi ke PD Pasar. “Makanya kita juga butuh masukan DPRD untuk mencari solusinya,” ucapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...