Senin
26 Oktober 2026 | 11 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Surabaya Soroti Penertiban Pasar Tumpah

pdip-jatim-agustin-poliana-sby

SURABAYA – Legislator di Komisi D DPRD Surabaya menyoroti kurang maksimalnya Satpol PP dalam upaya penertiban pasar tumpah di beberapa kawasan Kota Pahlawan.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana menyebutkan, keberadaan pasar tumpah yang berasal dari luberan pedagang, terjadi di hampir semua pasar tradisional.

“Kalau di dalam pasar memang tanggung jawab PD Pasar, namun di luar kan tugas Satpol PP,” kata Agustin, dalam rapat dengar pendapat di ruang Komisi D DPRD Surabaya, kemarin.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, maraknya pasar tumpah bukan saja menyebabkan kesemerawutan. Tapi juga jadi biang kemacetan lalu lintas.

Untuk itu, dia juga menyarankan Pemkot Surabaya menempatkan para pedagang tersebut di lokasi yang lebih representatif.

Meski mendukung upaya penertiban, legislator yang akrab disapa Titin ini minta upaya tersebut dilakukan secara bijak.

Sebab, hal itu berkaitan dengan mata pencaharian para pedagang. Apalagi, sebagian pedagang tersebut adalah warga kota.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto mengatakan selama ini pihaknya terus melakukan penertiban, di antaranya di Pasar Tembok, Pasar Asem, Pasar di Pacuan Kuda dan Pasar Kembang.

Hanya saja, lanjut dia, apabila tak ada pembenahan infrastruktur pasar, keberadaan pasar tumpah sulit diatasi. Sejumlah pedagang yang diarahkan ke dalam pasar tetap kembali ke jalan karena masalah penempatan.

Dia mencontohkan Pasar Tembok, yang di bagian bawah untuk pasar basah, tapi digunakan untuk jual ayam.

“Kan tidak bisa gabung dengan pedagang sayur. Makanya mereka keluar,” terang Irvan.

Irvan mengatakan kondisi sama terjadi di Pasar Kembang. Para pedagang yang menyebabkan pasar tumpah di sekitar Jalan Kedungdoro enggan masuk ke dalam pasar karena PD Pasar menempatkan mereka di lantai dua.

Menurutnya, jika pola penertiban yang dilakukan dengan menjaga kawasan tersebut, jumlah personel yang dibutuhkan cukup banyak. Padahal jumlah personel sangat terbatas.

Irvan mengaku kesulitan lain dalam menertibkan para pedagang pasar tumpah karena mereka selama ini juga membayar retribusi ke PD Pasar. “Makanya kita juga butuh masukan DPRD untuk mencari solusinya,” ucapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Pelaku Bullying di Kediri Bisa Di-DO, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan perundungan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Perpres Ojol, Dewanti Desak Juknis Transparan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun ...
KRONIK

Pemkot Surabaya Tekan Polusi Udara Lewat Kereta SRRL dan Pembatasan Truk

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan penanganan polusi udara pada dua kebijakan kunci, yakni ...
KABAR CABANG

Widarto: Mitigasi Bencana Lebih Penting daripada Besarnya Anggaran

JEMBER – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai ...