Sabtu
13 Desember 2025 | 11 : 33

Legislator Surabaya Konsultasikan E-Warung ke Kemensos

pdip-jatim-agustin-titin

SURABAYA – Komisi D DPRD Kota Surabaya mengonsultasikan seputar e-warung, syarat dan apa kriteria untuk mendirikannya, termasuk soal juklak-juknisnya, ke Kementerian Sosial RI.

Komisi yang dipimpin anggota Fraksi PDI Perjuangan Agustin Poliaana ini minta program bantuan pangan non-tunai atau beras keluarga sejahtera (Rastra) untuk tahun 2017 itu segera dipercepat.

“Kami berharap program tersebut bisa dipercepat, biar manfaatnya bisa dirasakan warga tidak mampu di Surabaya,” kata Agustin, kemarin.

Legislator yang akrab disapa Titin ini menjelaskan, e-warung adalah tranformasi program beras miskin yang nanti penyalurannya bukan melalui sistem tebus, tapi dengan penyaluran bantuan non tunai melalui e-voucher.

Warga yang berhak, akan diberikan e-voucher senilai Rp 300.000 per tiga bulan untuk kemudian dibelanjakan bahan pokok di e-warung.

Pihaknya juga ingin data penerima manfaat di Surabaya diverifikasi. Sebab sesuai data, warga yang dulu dapat penyaluran beras miskin ada sebanyak 140.000. Sedang keluarga penerima manfaat melalui e-voucher hanya 72.590.

Karena itu, sebut Titin, masih banyak warga yang tidak dapat. “Komisi D ingin menanyakan perbedaan data tersebut,” ujarnya.

Konsultasi ke kemensos, tambah Titin, dilakukan untuk menanyakan perihal pelaksanaan e-­warung yang rencananya mulai berlaku awal Februari depan. Pasalnya, sampai saat ini belum ada petunjuk teknisnya, dan jumlah e-warung di Surabaya masih jauh dari target.

Menurutnya, jumlah e-warung yang bisa didirikan di Kota Pahlawan sekitar 140 unit. Sebab, satu e-warung jumlah penerimanya dibatasi antara 500 – 1.000.

E-warung itu nantinya akan melayani sekitar 72.590 keluarga penerima manfaat (KPM) di Surabaya. Sementara, saat ini jumlah yang ditargetkan dijadikan e-warung hanya 50 titik.

Menurut Agustin, jika hanya disiapkan 50 titik e-warung, pihaknya khawatir timbul gejolak karena jumlahnya tidak seimbang.

Pun 50 titik e-warung tersebut, terang dia, sampai sekarang belum resmi dibentuk dan belum berdiri, alias masih diproyeksikan. (goek)

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Wabup Antok Tekankan Pendidikan Integritas Sejak Dini pada Peringatan Hakordia di Ngawi

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus dilakukan secara ...
KRONIK

Novita Hardini Bersama Kemenekraf Gelar Workshop untuk Pegiat Kriya

MAGETAN – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini, menggelar workshop ekonomi kreatif pegiat kriya, di Hotel Bukit ...
SEMENTARA ITU...

DPRD Apresiasi Relokasi Pedagang Kesamben, Minta Pemkab Blitar Sempurnakan Fasilitas di Pasar Sementara

BLITAR – Para pedagang Pasar Kesamben yang terbakar 2022 lalu mulai menempati lokasi relokasi di Lapangan Babadan ...
KRONIK

Ini, Agenda Pertemuan Bupati Ipuk dengan Jajaran Direksi InJourney

JAKARTA – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus berupaya memperkuat peningkatan ekonomi daerah melalui ...
EKSEKUTIF

Raih Adiwiyata Terbanyak, Pemkot Surabaya Gencarkan Edukasi Peduli Lingkungan Sejak Dini

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil meraih penghargaan Adiwiyata di tahun 2025. Prestasi ...
SEMENTARA ITU...

Pemerataan Pembangunan, Mas Ipin Berangkatkan Satu Keluarga Transmigrasi ke Sidrap

TRENGGALEK – Satu keluarga asal Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan akan bertransmigrasi ke Provinsi Sulawesi ...