oleh

Legislator: Jatim Seharusnya Darurat Narkoba

pdip-jatim-agatha-fraksi-jatimSURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Agatha Retnosari mengatakan, seharusnya Provinsi Jatim masuk kategori darurat narkoba. Sebab, 10 persen dari jumlah pengguna narkoba di Indonesia, berada di Jawa Timur.

Hal inilah yang menurut Agatha, memicu keprihatinan Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim. Untuk itu, pihaknya mendukung Pemprov Jatim untuk segera merampung perda narkoba.

“Data tahun 2015, dari 4,9 juta pengguna narkoba di Indonesia, 400.000 di antaranya berada di Jawa Timur. Kami mendukung Gubernur Jatim segera merampungkan perda narkoba karena memang masalah ini sudah sangat mendesak untuk ditangani,“ kata Agatha, di gedung DPRD Jatim, kawasan Indrapura Surabaya, Selasa (11/10/2016).

Tingginya pengguna narkoba di provinsi ini, sebutnya, juga memicu kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp 9,5 triliun. Sehingga, lanjutnya, hal ini harus menjadi perhatian pemerintah agar dampak narkoba tidak meluas ke bidang lain seperti kerusakan budaya, moral dan agama.

Anggota Komisi E ini menambahkan, fraksinya tetap akan bersikap kritis agar perda narkoba ini dapat mencapai sasaran yang tepat tanpa harus bertabrakan dengan aturan di atasnya.

Penyusunan perda ini, lanjut dia, harus menyesuaikan dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Perpres Nomor 23 Tahun 2010 tentang  Badan  Narkotika  Nasional, serta Permendagri Nomor 21 Tahun 2013.

Selain itu, diperlukan koordinasi terpadu, perlu pendalaman mengenai tugas dan fungsi agar tidak tumpang tindih dengan instansi yang terkait dalam penanggulangan narkoba.

“Yang penting diperhatikan adalah masalah rehabilitasi sosial. Kemampuan pemerintah pusat dalam menangani menangani rehabilitasi ini perlu ditelaah kembali. Demikian juga apa yang bisa dilakukan pemprov,“ ujarnya

Sebab, imbuh dia, dalam waktu tiga tahun berturut-turut, yakni 2010-2012, Jawa Timur menempati urutan pertama dalam hal jumlah kasus narkoba. Pada tahun 2010 ditetapkan 6.395 tersangka dan meningkat menjadi 8.142 tersangka di tahun 2012. (guh)