oleh

Legislator Ini Paparkan Wawasan Kebangsaan hingga Pelosok Desa

NGANJUK – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Nganjuk Sunaryo SH MH merasa tergugah untuk ikut serta mengembalikan dan sekaligus membangkitkan rasa cinta tanah air.

Hal ini dia lakukan untuk menyikapi situasi yang akhir-akhir ini marak terjadi di masyarakat, yang mulai lunturnya semangat nasionalisme.

Seperti yang dia lakukan baru-baru ini, yakni memberikan pemaparan wawasan kebangsaan di SMK PGRI Ngetos dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei.

Kedatangannya sekaligus ingin melihat secara dekat kondisi real potret dunia pendidikan di kawasan pelosok, yang juga masuk dalam daerah pemilihannya,

“Kami kenalkan konsep Tri Sakti warisan Presiden pertama RI, Ir Soekarno. Konsep ini berisi tentang pengetahuan berpolitik,ekonomi dan sosial budaya, yang artinya berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya,” kata Sunaryo, kemarin.

Menurutnya, dengan konsep Tri Sakti itu secara langsung memperkenalkan kepada generasi muda mengenal cara hidup bermasyarakat yang benar dan sesuai norma agama dan tidak melanggar tatanan hukum pemerintah.

Karena di era globalisasi seperti ini, urainya, angka kenakalan remaja khususnya dari kalangan pelajar banyak yang terjerat hukum dengan beragam latar belakang kasus kriminal.

Mulai dari kasus tawuran antar pelajar, pencurian, asusila, penggunaan obat terlarang, narkotika dan masih banyak jenis kasus lain yang marak dilakukan kalangan pelajar.

”Untuk membentengi para generasi agar terhindar dari berperilaku buruk maka sejak dini harus digembleng mental dan spiritualnya secara kontinyu. Tentunya tidak terlepas dari peran orang tua dan guru sangat menentukan pembentukan karakter anak,” ucapnya.

Di hadapan para siswa, Kang Naryo, begitu dia akrab disapa, menegaskan dengan ilmu hidup menjadi mudah dan dengan agama hidup menjadi terarah.

”Pembentukan karakter generasi penerus bangsa adalah tanggung jawab bersama. Mereka butuh input positif di antaranya sentuhan wawasan kebangsaan. Yang pasti di usia labil seperti pelajar di tingkat lanjutan pertama sampai lanjutan atas membutuhkan pengawasan ekstra,” papar Sunaryo.

Kegiatan semacam ini, akan dia lakukan terus menerus. “Dengan cara ini kita akan bisa mengigingatkan kepada para pemuda pemudi untuk tetap mempertahankan keuntuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutup mantan wartawan ini. (endyk)