oleh

Legislator Apresiasi Upaya Pemkot Surabaya Revitalisasi Pasar Tradisional

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya Baktiono menyatakan, langkah Pemkot Surabaya yang mulai turun langsung dalam proses revitalisasi pasar tradisional, patut didukung.

Menurut Baktiono, revitalisasi pasar rakyat bisa mencegah makin terpuruknya pedagang, dan perekonomian skala kecil menengah, akibat serbuan pasar-pasar moderen di Kota Pahlawan.

“Pertumbuhan pasar modern sangat pesat. Jika pasar tradisional tak segera direvitalisasi, akan mengancam perekonomian Surabaya. Apalagi pasar tradisional urat nadi perekonomian warga,” kata anggota Komisi B DPRD Surabaya ini, Selasa.

Tak hanya mendukung, legislator empat periode ini bahkan mendorong pemkot ‘ngebut’ dalam proses revitalisasi pasar tradisional.

Apalagi, tambah dia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya yang mencapai Rp 8,3 triliun, sangat mendukung program tersebut.

“Dengan dana sebesar itu, pemkot pasti mampu membenahi pasar tradisional. Bahkan bisa melakukan pendampingan terhadap para pedagang,” ujar pria yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Wali Kota Tri Rismaharini memasukkan revitalisasi pasar tradisional sebagai salah satu kebijakan strategis Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2014-2034 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 dalam kepemimpinannya yang kedua bersama Whisnu Sakti Buana.

Tekad Pemkot Surabaya membenahi pasar-pasar tradisional ini disampaikan Tri Rismaharini kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Risma berharap, revitalisasi pasar tradisional di seluruh Surabaya, sudah rampung sebelum masa jabatannya sebagai wali kota periode kedua ini berakhir.

Terkait ini, sebut Risma, pemkot mengambil alih kebijakan PD Pasar Surya dalam upaya pembenahan pasar tradisional. Pihaknya memerintahkan pada lurah untuk mendokumentasikan kondisi pasar tradisional di wilayahnya masing-masing.

“Kita akan perbaiki pasarnya. Jadi kita tarik dulu kewenangannya. Setelah beres dan bagus maka kita akan kembalikan kembali kepada mereka (PD Pasar Surya),” jelas Risma.

Risma menyebutkan, standar pasar yang bagus tidak harus mewah. Menurutnya, pasar yang bagus adalah pasar yang tidak sekadar menjadi tempat jualan, namun juga bisa dijadikan sebagai tempat wisata, sehingga orang senang belanja di pasar.

“Indikatornya sederhana, jika anak-anak kecil, remaja dan anak muda mau ke pasar tradisional, maka itu sudah berhasil. Itu kuncinya karena mereka juga sudah mengenal minimarket,” sebutnya.

Selain itu, pasar yang bagus itu tidak becek, gampang dicari dan tempat berjualannya sudah ada kategori masing-masing. Seperti los daging, sayur-sayuran, dan jenis jualan lainnya. (goek)