Launching Sipkoi, Pemkot Blitar Optimis Angka Stunting di Bumi Bung Karno Bisa Ditekan

 149 pembaca

BLITAR – Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melaunching Sistem Informasi Posyandu Kota Blitar (SIPKOI) sekaligus Cafe Peduli Stunting untuk menurunkan jumlah stunting di Kota Blitar.

Kegiatan launching dirangkai dengan rembuk stunting berlangsung di Hall Kagawara Jl. Anjasmoro, Selasa (4/10/2022).

Wali Kota Blitar Santoso mengatakan Sipkoi dan Cafe Peduli Stunting ini dihadirkan untuk menurunkan jumlah stunting di Kota Blitar.

Sebab, berdasarkan data tahun lalu Dinkes Kota Blitar mendeteksi ada sekitar 416 balita stunting. Namun tahun ini jumlahnya naik menjadi 450 balita.

Menurutnya, kenaikan disebabkan adanya beberapa calon ibu hamil yang kurang mengonsumsi asupan gizi hingga terjadi anemia (kekurangan darah).

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kenaikan stunting, pihaknya menggandeng 48 cafe di Kota Blitar untuk memberikan edukasi pada masyarakat usia produktif, dengan menyediakan menu makanan dan minuman yang sehat.

“Ini satu upaya kami untuk meminimalisir adanya penambahan angka stunting di Kota Blitar. Harapan kami dengan komiten bersama ini dapat mengurangi jumlah stunting setiap tahunnya,” jelasnya.

Sementara berbagai terobosan yang dilakukan Dinkes Kota Blitar guna menekan jumlah stunting ini, Santoso sangat mendukung dan juga memberikan apresiasi.

Karena, ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang menargetkan kasus stunting di Indonesia turun menjadi 14% dari 24,40%.

Hal tersebut juga memacu pemerintah Kota Blitar untuk menurunkan angka stunting menjadi zero.

“Kami berharap dengan terobosan ini Pemkot Blitar mampu menurunkan angka stunting di Kota Blitar menjadi zero stunting di tahun 2024,” kata Santoso.

Hadir dalam acara tersebut Forkopimda Kota Blitar, hingga perwakilan OPD terkait dan camat, lurah, Kepala Puskesmas se-Kota Blitar. (arif/pr)