Minggu
19 April 2026 | 7 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kunjungi Ponpes Syaikhona Cholil, Puti Menginspirasi Santriwati

pdip-jatim-puti-ponpes-mbah-kholil1

BANGKALAN – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno kembali  mengunjungi Pondok Pesantren KH Syaikhona Cholil (Mbah Cholil), Bangkalan, Madura, Sabtu (20/1/2018).

PP KH Syaikhona Cholil merupakan pondok tertua di Bangkalan, di mana kakek buyut calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul), KH Bisri Syansuri dulu pernah mondok ke tempat tersebut. Pondok ini dihormati oleh kalangan warga Nahdlatul Ulama.

Gus Ipul-Mbak Puti juga menyempatkan berziarah ke makam Mbah Cholil di Desa Martajasah, Kecamatan Kota. Keduanya membaca tahlil dan berdoa tepat di samping pusara tokoh Madura sekaligus kiai Nahdlatul Ulama, didampingi beberapa tokoh agama Bangkalan.

Selama di Bangkalan, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDI Perjuangan, PKB, PKS dan Partai Gerindra tersebut minta restu para kiai untuk maju dalam Pilkada Jatim 2018.

Saat di Ponpes Syaikhona Cholil, Puti berbagi cerita-cerita menginspirasi kepada ribuan santriwati. Cucu pertama Presiden pertama RI Bung Karno itu menyampaikan pentingnya para santriwati berani mempunyai cita-cita tinggi.

Dosen tamu Asia Jepang Research Center, Kokushikan University Jepang itu lantas berbagi kisah masa kecilnya yang dekat dengan neneknya, Fatmawati Soekarno. Dari ibu negara pertama tersebut, dia belajar bagaimana mengaji.

“Saya memanggil Ibu Fatmawati dengan sebutan Mbu. Suara beliau sangat merdu saat mengaji. Beliau mengajarkan kepada saya untuk selalu bersyukur, menjalani hidup dengan bahagia dan penuh optimisme. Nah, kalian yang masih sangat muda ini harus berani berpandangan jauh ke depan, punya visi, dan berani berjuang untuk meraihnya,” urainya.

Ibu dari Rakyan Ratri Syandriasari Kameron (18 tahun) dan Rakyan Daanu Syahandra Kameron (16 tahun) ini juga menekankan pentingnya sikap tidak boleh instan dalam menggapai yang diinginkan.

Dia pun menceritakan bagaimana saat remaja harus menabung untuk bisa membeli buku. Meski lahir dari putra sulung Bung Karno, Guntur Soekarno Putra, Puti diajarkan hidup sederhana dan mandiri sejak kecil.

“Saya harus menabung dari uang jajan untuk membeli buku. Rajinlah membaca, karena itu pintu untuk melihat dunia, memahami situasi, memberi solusi bagi masalah sehari-hari,” kata Puti.

Dia juga berbagi pesan tentang pentingnya menjalin silaturahmi seluas mungkin. “Saling silaturami atau dalam bahasa zaman now disebut kolaborasi adalah kebutuhan mutlak jika ingin berkembang,” tutur wanita berusia 46 tahun ini.

Usai acara, Puti pun diserbu para santriwati. Mereka bergantian bersalaman dan berfoto bersama. (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Ngawi, Gen Z Tempati Posisi-posisi Strategis di PAC

NGAWI – Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di ...
KABAR CABANG

Hari Kartini 2026, Yudi Meira Tegaskan Peran Perempuan Strategis di PDIP Blitar

Yudi Meira tegaskan peran strategis perempuan dalam politik PDIP Blitar pada momentum Hari Kartini 2026, dorong ...
KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
EKSEKUTIF

Bongkar Fasad Eks Toko Nam, Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Pedestrian

Pemkot Surabaya akan membongkar fasad eks Toko Nam di Embong Malang untuk mengembalikan fungsi pedestrian, tetap ...
KRONIK

HUT Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Bupati Ipuk Sebut Momentum Perkuat Harmoni

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) ...