oleh

Kunjungi Balun, Puti: Desa Ini Contoh Nyata Kehidupan ber-Pancasila

-Berita Terkini-8 kali dibaca

LAMONGAN – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno akhirnya menyaksikan sendiri “Desa Pancasila” di Lamongan.

Jauh hari sebelum menjadi cawagub mendampingi Cagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Puti sudah mengetahui Desa Pancasila melalui beberapa media.

Desa Pancasila adalah julukan dari Desa Balun, masuk wilayah Kecamatan Turi.

Saat mengunjungi Desa Balun, Selasa (20/3/2018), Puti benar-benar dibuat kagum dengan toleransi masyarakatnya.

Selama di Desa Pancasila itu, Puti mendapat penjelasan dari Kepala Desa Balun, Khusairi.

Beberapa sudut desa yang dikunjungi di antaranya kompleks peribadatan. Seperti Masjid Miftahul Huda, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Balun, serta Pura Sweta Maha Suci.

Tiga rumah ibadah masing-masing bagi umat Islam, Nasrani, dan Hindu itu berada dalam satu kompleks dan saling berdekatan.

“Antara pura dan masjid hanya berjarak 4 meter saja. Sementara gereja tepat berada di depan masjid. Dan ini tumbuh dengan sendirinya, tidak dibuat-dibuat,” jelas Khusairi.

Kata Khusairi, total penduduk di desa ini sekitar 4.876 warga. Penduduk yang memeluk Islam sebanyak 3.622 warga, sekitar 700 lebih beragama Kristen, dan 300 lebih pemeluk agama Hindu.

Selama menjabat, Khusairi mengaku tidak pernah muncul perselisihan di tengah-tengah masyarakat. Justru, setiap penduduknya saling menghormati satu sama lain, seperti dalam pelaksanaan perayaan hari besar keagamaan.

Puti Guntur mengapresiasi suasana guyub yang ditunjukkan warga Desa Balun.

Puti menyebut, Desa Pancasila sejalan dengan gagasan pendiri bangsa, Bung Karno. Bahwa bangsa Indonesia tidak hanya untuk satu golongan.

“Desa Pancasila ini menjadi contoh nyata, bangsa Indonesia yang plural dan menghormati setiap perbedaan, baik agama, ras, suku maupun etnis,” kata Puti.

Rencananya, dia bakal menjadikan Desa Pancasila sebagai desa wisata religi dan budaya.

Seperti diketahui pasangan cagub-cawagub Gus Ipul-Mbak Puti meluncurkan program Seribu Desa Wisata atau Seribu Dewi berbasis religi, budaya maupun alam. Nantinya, juga ada pendampingan dan pelatihan bagi masyarakat desa wisata ini.

“Kita bisa mengundang wisatawan untuk melihat secara langsung bagaimana toleransi beragama yang dicontohkan Desa Pancasila ini,” tuturnya. (goek)