Rabu
22 April 2026 | 4 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kiai Sepuh Kediri Minta Gus Ipul Bersabar Soal Polemik Fatwa Fardlu Ain

pdip-jatim-GI-ploso-1

KEDIRI – Calon gubernur Jawa Timur nomor urut dua Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bertemu para kiai sepuh Kediri. Mereka berkumpul di kediaman pengasuh Pondok Pesantren Ploso, Kediri, KH Zainuddin Jazuli pada Sabtu (16/6). Selain bersilaturahmi, Gus Ipul dan para kiai juga membahas situasi terkini menjelang pemilihan gubernur Jawa Timur.

Selain KH Zainuddin Jazuli, hadir pula KH Kafabihi Mahrus, pengasuh Pesantren Lirboyo; KH Anwar Iskandar, Pengasuh Pesantren Al Amin Kediri; serta KH Nurul Huda Jazuli dan KH Fuad Jazuli. Keduanya juga pengasuh pesantren Ploso, Kediri. Dalam perbincangan sempat disinggung soal keluarnya fatwa Fardlu Ain (wajib bagi setiap umat Islam) untuk memilih Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

KH Nurul Huda Jazuli meminta Gus Ipul bersabar, terutama menanggapi serangan yang menyudutkan. Termasuk penyebutan bahwa pendukung Gus Ipul telah berkhianat kepada Allah SWT dan Rasulullah.

“Kami berharap Gus Ipul bersabar, terus menyapa masyarakat dengan ketulusan, seraya terus memohon ampun kepada Allah SWT,” imbuh KH Zainuddin.

Hal yang sama diungkapkan KH Anwar Iskandar. Dia prihatin dengan keluarnya fatwa yang menurutnya tidak begitu jelas konteks dasar dalil agamanya. “Saya sedih. Gampang sekali melabrak Fardlu Ain,” ujarnya.

Gus Abdur Rohman Al-Kautsar atau akrab disapa Gus Kautsar menilai, fatwa Fardlu Ain telah membuat situasi Pilkada Jatim tidak kondusif. Ini diperparah dengan tersebarnya spanduk dan sosialisasi terus-menerus terkait fatwa itu.

“Situasi ini harus bisa dikendalikan jika apinya dipadamkan. Ada asap tentu ada api,” kata Gus Kautsar.

Gus Kautsar juga menyayangkan fatwa itu sampai menyebut bahwa pendukung Gus Ipul telah ingkar Allah dan ingkar Nabi. Padahal pendukung Gus Ipul juga para ulama dan kiai sepuh.

“Para kiai yang mendukung Gus Ipul tidak sembarangan. Masak kiai-kiai dianggap ingkar Allah, ingkar Nabi,” ujar Gus Kautsar.

Anwar Iskandar atau Gus war menyampaikan bahwa para kiai merasa kecewa dengan fatwa yang dikeluarkan oleh KH. Asep Saefudin Chalim. Sebab, fatwa tersebut berpotensi memecah belah masyarakat.

“Yang jelas para kiai kecewa karena menganggap para kiai yang mendukung Gus Ipul itu berkhianat pada Allah dan Rosulullah SAW. Pernyataan itu menurut penilaian para kiai sepuh itu kebablasan, apalagi hubungannya dengan Fardlu Ain. Dan itu berpotensi memecah belah bangsa. Masak kiai saja dianggap berkhianat pada Allah dan Rosulullah, berarti santrinya juga dianggap berkhianat,” ucap Gus War

Diberitakan sebelumnya, keluarnya fatwa untuk mendukung Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Calon Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak hukumnya fardhu ain (wajib bagi setiap umat Islam) menuai polemik. Fatwa bernomor 1/SF-FA/6/2018 itu disebut-sebut dihasilkan dalam pertemuan di Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto (3/6).

Mengutip dalil kitab, para ulama pendukung Khofifah – Emil yang diwakili KH Asep Saifuddin Chalim juga menyebut, umat Islam yang tidak mendukung Khofifah sama dengan mengingkari Allah dan Rasul-Nya. (merdeka)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Jaga Keselamatan Warga, Agung Minta Dishub Tegas Tertibkan Dump Truck Tanpa KIR

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo, Agung Priyanto, mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) agar ...
KABAR CABANG

Doding Rahmadi: Kerja Nyata Jadi Fondasi Perjuangan Partai

PDI Perjuangan Trenggalek tekankan pengabdian kader ke masyarakat, tak hanya fokus elektoral, usai Musancab ...
KABAR CABANG

Hari Kartini, PDI Perjuangan Banyuwangi Teladani Perjuangan Buyut Atikah Jaga Harmoni Kehidupan

BANYUWANGI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Banyuwangi memperingati Hari Kartini dengan menggelar ...
HEADLINE

Hari Kartini, FPDIP DPRD Jatim Terima Pengaduan dari Keluarga Santri Putri Korban Pencabulan

SURABAYA – Satu keluarga asal Kota Surabaya, mengadukan dugaan tindak pencabulan dialami anak gadisnya oleh ...
EKSEKUTIF

Delapan RS Kolaborasi, Surabaya Genjot Wisata Medis

Pemkot Surabaya meluncurkan Medical Tourism di Balai Kota, targetkan pasien nasional hingga mancanegara dengan ...
EKSEKUTIF

Pentingnya Kolaborasi, Antar Instansi di Ngawi Berbareng Musnahkan Ribuan Pil Koplo

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti perkara pidana yang telah ...