Jumat
28 Agustus 2026 | 8 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kiai Ma’ruf Amin: Tak Ada Jokowi, Tak Ada Hari Santri

pdip-jatim-maruf-amin-hari-santri-kalteng

PALANGKARAYA – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin berkunjung ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (23/10/2018). Dalam kunjungannya, Ma’ruf menghadiri perayaan Hari Santri di sana.

Menurut Kiai Ma’ruf, perayaan Hari Santri menjadi penting sebagai pengingat peran Presiden Jokowi yang membawa pemerintah mengakui peran santri di dalam usaha kemerdekaan bangsa.

Setelah 70 tahun Indonesia merdeka, baru di era Presiden Jokowi lah dilakukan penetapan Hari Santri. Penetapan itu berdasarkan Keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015.

“Tak ada Jokowi, maka tak ada Hari Santri nasional,” kata Kiai Ma’ruf.

Dia menambahkan, peringatan Hari Santri penting untuk selalu mengingatkan para santri tentang peran pentingnya dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak awal.

Dengan itu, santri wajib mengambil peran dalam mengisi pembangunan bangsa. Apalagi di era global dan digital ini, dimana ada kecenderungan haks serta politik adu domba yang merajalela.

“Tentunya para santri bisa menangkal semakin berkembangnya hoaks tersebut. Saya berharap, para santri juga meningkatkan kapasitas dan kompetensinya,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan, sejarah telah mencatat peran besar para ulama, para kiai, para santri dalam masa perjuangan kemerdekaan, dalam menjaga NKRI, dalam menjaga Bhinneka Tunggal Ika dan selalu memandu ke jalan kebaikan, ke jalan kebenaran, ke jalan kemajuan.

“Maka tiga tahun lalu, saya menetapkan peringatan Hari Santri di Indonesia setiap tanggal 22 Oktober,” kata Jokowi melalui akun facebook dan akun twitter pribadinya, yang diunggah kemarin.

Mengapa 22 Oktober? Menurut Jokowi, pada tanggal itu, di tahun 1945, Kiai Hasyim Asy’ari menyerukan para santrinya untuk berjuang mencegah Belanda kembali menguasai Indonesia. “Sebuah deklarasi Resolusi Jihad hasilnya kita nikmati sekarang,” ujarnya.

Saat di Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (20/10/2018) malam, Jokowi menjelaskan, puluhan ribu santri dari seluruh Indonesia memperingati Hari Santri sebagai bentuk penghormatan, penghargaan, dan rasa terima kasih negara kepada para kiai, kepada para alim ulama, kepada para santri, dan kepada seluruh komponen bangsa yang mengikuti teladan para kiai dan para alim ulama.

“Menjadi santri adalah menjadi Islam yang cinta bangsa, menjadi pribadi muslim yang religius, dan yang berakhlakul karimah sekaligus nasionalis,” tulis Jokowi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...