Minggu
31 Mei 2026 | 3 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Khataman Quran Tandai Soft Opening Kantor Baru PDIP Banyuwangi

pdip-jatim-khataman-kantor-baru-pdip-banyuwangi

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi menggelar khataman Alquran, menyantuni anak yatim, dan salat maghrib berjamaah di kantor baru, Jumat (8/9/2017).

Acara yang juga diisi makan tumpeng bersama kader dan masyarakat tersebut menandai rangkaian soft opening kantor sekretariat partai di Jalan Jakgung Suprapto Banyuwangi itu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Made Cahyana Negara mengatakan, dengan rangkaian acara tersebut, pihaknya berharap pembukaan kantor membawa berkah sekaligus semakin mendekatkan partai dengan rakyat.

“Alhamdulillah kami sudah mulai soft opening kantor sekretariat, kami gelar khataman Quran, santunan anak yatim, dan beberapa acara lagi dalam satu rangkaian,” kata Made.

Ke depan, tambah Made, masih ada rangkaian acara lagi menuju grand opening. Di antaranya bedah buku kebangsaan dan keagamaan, tasyakuran, pertemuan kader, dan sebagainya.

“Untuk grand opening sedang diatur jadwalnya karena akan dihadiri para pimpinan partai,” ujar politisi yang juga Ketua DPRD Banyuwangi itu.

Dia mengungkapkan, kantor sekretariat yang baru ini adalah hasil gotong-royong seluruh kader, sekaligus mencerminkan kuatnya kebersamaan antarkader.

Terkait materi rangkaian acara menuju sejak soft hingga grand opening, lanjut Made, berfokus pada tiga hal, yaitu rangkaian doa untuk memohon berkah Tuhan, memperkuat rasa kebangsaan, dan mendekatkan diri dengan rakyat.

“Kita padukan antara acara yang berdimensi keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan,” terangnya.

Saat ini, tambah Made, PDIP Banyuwangi juga terus bersinergi dengan banyak kalangan untuk membuat program bersama. Di antaranya dengan PC Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi. Jajaran pengurus PDIP Banyuwangi dan NU pun telah bertemu.

“Kami ingin bahu-membahu bersama NU dan berbagai elemen lainnya untuk menjaga Indonesia, menjaga Pancasila. Dan ini sudah kami mulai di Banyuwangi,” ucap dia.

Secara historis, paparnya, Bung Karno punya relasi kuat dengan NU, dengan KH Hasyim Asyari, di mana Bung Karno meminta fatwa Mbah Hasyim tentang perjuangan melawan penjajah.

“Kalau dalam bahasa Wasekjen PDIP Pak Ahmad Basarah, Bung Karno adalah santri. Karena beliau sejak muda berguru dan menjalin relasi dengan tokoh-tokoh Islam, mulai KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan, dan Ahmad Hassan. Jadi kami di Banyuwangi pun melakukan langkah serupa,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Deni: PDI Perjuangan Memberi Anak Muda Ruang dan Tanggung Jawab Berjuang Bersama

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengingatkan kader PDI Perjuangan untuk tidak ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Ponorogo Perkuat Kaderisasi dan Regenerasi Kepemimpinan

PONOROGO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo menggelar Musyawarah Anak Cabang ...
HEADLINE

Kecerdasan AI Jadi Bahasan Penting DPD saat Lantik PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Jombang

JOMBANG – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian ...
KRONIK

Sadarestuwati Sebut PDIP Penyeimbang Tunggal, Soroti Rupiah Rp18.000 dan Ancaman Impor Pangan

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI sekaligus Ketua Bidang Pertanian dan Pangan DPP PDI Perjuangan, Hj. ...
KABAR CABANG

Targetkan 14 Kursi pada Pemilu 2029, PDIP Jombang Wajibkan Anggota Dewan Turun ke Ranting 4 Kali Sebulan

JOMBANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, mematok target ambisius bagi partainya untuk meraih 14 kursi ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Penerapan Smart Lighting pada 10.000 Titik PJU Baru di Surabaya

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Dishub memperluas penerapan smart lighting pada program ...