oleh

Ketua Tim Kampanye Terserah Jokowi

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pemilihan ketua tim kampanye Joko Widodo-Ma’ruf Amin langsung dipilih oleh Jokowi.

“Soal nama ketua tim kami serahkan ke Pak Jokowi,” kata Hasto di rumah pemenangan Jokowi-Maruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (24/8/2018).

Hasto mengatakan, hari ini seluruh sekretaris jenderal koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf berkumpul untuk mempertajam agenda strategis kampanye.

“Fungsi kampanye secara organisasi sudah berjalan dengan baik dan pagi ini kami mempertajam agenda strategis sehingga seluruh kelengkapan organisasi sudah berjalan, deklarasi-deklarasi daerah sudah bisa dilakukan termasuk tim kampanye di daerah,” tandas Hasto.

Pada kesempatan sebelumnya, Hasto juga mengatakan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) menjalin komunikasi dengan semua pihak untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf.

Menurut Hasto, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, merupakan salah satu tokoh yang intens diajak berkomunikasi. “Kami intens berkomunikasi dengan pak Prof Yusril,” ujar Hasto.

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Yusril Ihza mempunyai kedekatan hubungan. Pakar Hukum Tata Negara itu pernah menjadi Menteri Hukum dan Perundang-Undangan pada saat Megawati menjabat sebagai Presiden pada periode 2001 – 2004.

“Menteri zaman Bu Mega. Sosok memahami sebagai pakar hukum HTN. Kami memiliki respek terhadap hal tersebut,” kata dia.

Kedekatan hubungan itu terus berlanjut sampai saat ini. Hasto mengaku, PDIP berupaya membantu PBB saat mengalami permasalahan di KPU RI.

“Di KPU ada masalah secara spontan kami menawarkan bantuan untuk advokasi. Itu hubungan baik di antara partai antara para tokoh. Kami jalin komunikasi,” jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini KIK sudah bergabung sembilan partai politik. Namun, dia menyambut positif apabila terdapat elemen masyarakat yang memberikan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf.

Sebelumnya, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra hanya memberikan bocoran kader PBB cenderung mendukung pasangan capres dan cawapres yang berasal dari unsur ulama.

“Nanti PBB akan bersikap, tapi prinsipnya, kader-kader PBB lebih sreg dengan pasangan yang ada ulamanya,” kata Yusril, Kamis (23/8/2018), di Surabaya. (goek)