oleh

Ketua PDIP Jatim Apresiasi FGD Pra-Perayaan Natal

-Berita Terkini, Kronik-14 kali dibaca

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi mengapresiasi Diskusi Terbatas Pra-Perayaan Natal yang diselenggarakan Panitia Natal DPD PDI Perjuangan Jatim.

Sebab, diskusi terbatas yang membahas terkait isu-isu kebangsaan tersebut banyak dihadiri perwakilan masyarakat. “Saya merasa surprise, karena banyak elemen masyarakat yang hadir di acara ini,” kata Kusnadi.

Hal itu dia sampaikan, saat memberi sambutan acara diskusi bertema “Merajut Kasih dalam Kebhinnekaan Indonesia: Perspektif Wajah Hukum Indonesia 2018” di aula DPD PDI Perjuangan Jatim, Jalan Kendangsari Industri 57 Surabaya, Rabu (20/12/2017).

Pada kesempatan itu, Kusnadi menyinggung beberapa persoalan yang belakangan terjadi di tanah air. Seperti masalah ideologi Pancasila, dan kebhinekaan.

Menurut Kusnadi, Pancasila sebagai ideologi negara bersifat final. Tidak boleh diutak atik lagi. Kalau belakangan ada warga negara Indonesia mengidolakan ideologi selain Pancasila, jelas tidak benar.

Pancasila sebagaimana pidato Bung Karno 1 Juni 1945, sebutnya, selama ini sudah ada di bumi Indonesia, dan hidup di tengah-tengah masyarakat.

“Bung Karno bukan menciptakan, tapi menggali nilai-nilai Pancasila yang sehari-hari sudah ada di masyarakat. Kalau sekarang masih ada yang mempersoalkan, berarti mengingkari apa yang sudah ada dan hidup di bangsa Indonesia itu,” tegas Kusnadi.

Pun adanya pihak-pihak yang menjelek-jelekkan PDI Perjuangan, jelas Kusnadi, hal itu merupakan upaya kelompok-kelompok yang ingin merebut kekuasaan. Menurutnya, politik adalah cara merebut kekuasaan, sehingga apapun dilakukan untuk merebut kekuasaan.

“Untuk meraih kekuasaan itu, rebutlah dengan kasih, bukan fitnah,” ujar pria yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Diskusi Terbatas Pra-Perayaan Natal Ronny H. Mustamu mengatakan, diskusi yang digelar hari ini merupakan Focus Group Discussion (FGD) di bidang hukum.

FGD ini, jelas Renny, merupakan bagian dari serial empat FGD yang dikemas dalam empat topik utama. Yakni Hukum, Sosial-Budaya, Ekonomi, dan Lingkungan.

“Keempat FGD tersebut masing-masing diharapkan dapat mendukung terwujudnya lima dimensi pembangunan berkelanjutan dan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan,” terang Ronny.

Selain itu, lanjut dia, acara ini sebagai kegiatan prakondisi bagi kegiatan Perayaan Natal yang rutin digelar DPD PDI Perjuangan Jawa Timur setiap tahun.

Juga untuk menggerakkan kembali semangat mengembangkan diskusi yang menampung diskursus kebangsaan di kalangan konstituen Kristiani, serta membangun kesadaran tentang pentingnya kontribusi pemikiran umat kristiani bagi penguatan kebangsaan dan kebhinnekaan.

“Lewat acara ini, peserta bisa memberikan masukan pemikiran bagi pembangunan kebangsaan Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.

Terkait FGD bidang hukum, panitia menghadirkan narasumber mantan Ketua DPP PDI Perjuangan Firman Jaya Daeli, advokat dan dosen bidang hukum di beberapa perguruan tinggi Dr John Thamrun, SH, MH, serta dosen Universitas Katolik Dharma Cendika, konsultan dan auditor hukum Victor Imanuel W. Nalle, SH, MH. (goek)

rekening gotong royong