oleh

Ketua DPC PDIP Nganjuk: Kemungkinan Koalisi dengan Parpol Lain Sangat Terbuka

NGANJUK – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono memperkirakan, rekomendasi terhadap pasangan bakal calon bupati-wakil bupati Nganjuk turun akhir Oktober 2017 ini.
“Ini sudah memasuki survei tahap kedua oleh lembaga survei Indo Barometer. Jadi, kemungkinan besar akhir bulan ini rekom kepada cabup maupun cawabup sudah turun,” kata Tatit, usai mendaftarkan PDI Perjuangan sebagai peserta Pemilu 2019 di kantor KPU Nganjuk, kemarin.
Untuk menghadapi Pilkada Nganjuk 2018, menurut Tatit, tidak menutup kemungkinan PDI Perjuangan menggandeng bakal calon dari partai lain untuk dipasangkan dengan jago PDIP.
Dengan kata lain, kemungkinan koalisi dengan parpol lain sangat terbuka bagi parpol yang memiliki 11 kursi di DPRD Nganjuk ini.
Sementara itu, pendaftaran PDIP ke KPU Nganjuk diikuti rombongan pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk.
Kedatangan para pengurus partai guna mendaftarkan parpol berlambang banteng ini sesuai instruksi dari DPP PDI Perjuangan.
“Ini perintah Dewan Pimpinan Pusat, dan dilakukan serentak seluruh Indonesia untuk mendaftar ke KPU,” jelas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Drs Puji Santoso.
Politisi yang juga Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk ini mengatakan, jajaran pengurus PDIP Nganjuk memperlihatkan kesolidanya, dan ini terlihat saat mereka ikut serta mendaftar ke KPU.
“Kami berharap dengan kesolidan ini, dipastikan PDI Perjuangan akan menang di pilbup, pilgub, dan even even partai lainnya,“ tegasnya.
Sedang Tatit menambahkan, pihaknya telah berhasil mengumpulkan 1.900 KTA dari ranting di wilayahnya. Padahal, untuk bisa melakukan pendaftaran, syaratnya hanya memiliki minimal 1.090-an KTA, atau 10 persen dari jumlah penduduk Nganjuk.
“Itu baru dari ranting saja. Jadi kami memperkirakan ada sekitar 2.500 an,” ujar pria yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk ini. (endyk)