Senin
26 Oktober 2026 | 3 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua Dewan Usulkan Pemkot Surabaya Beli Mobil Penyapu Sampah

pdip-jatim-armuji-750x375-01

pdip-jatim-armuji-750x375-01SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Armuji mengusulkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya memiliki mobil penyapu sampah. Mobil penyapu sampah ini dinilai lebih efisien ketimbang menggunakan sistem manual dalam menangani masalah sampah di jalanan Kota Pahlawan.

Menurut Armuji, harga mobil penyapu sampah ini memang tidak murah. Namun dia yakin, dengan hadirnya mobil penyapu sampah ini kinerja DKP semakin ringan. Sebab, mereka tak harus kebingungan mencari outsorcing pasukan kuning (paskun).

“Daripada menambah jumlah pasukan kuning, lebih baik beli alatnya saja. Lebih efisien. Saat ini, kan DKP sudah memiliki 900 orang outsorcing,” kata Armuji, kemarin.

Pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini mengungkapkan, di kota besar seperti Jakarta, dan Bandung, sudah menerapkan sistem kebersihan sampah menggunakan mobil penyapu sampah. Satu unit mobil ini dijual dengan harga sekitar Rp 2,5 – Rp 4,5 miliar.

“Untuk permasalahan anggaran kan bisa diatur. Pembelian ini bisa dimasukkan dalam APBD tahun depan. Surabaya sudah waktunya menggunakan mobil penyapu sampah,” ujarnya.

Legislator empat periode ini menambahkan, mobil sampah nantinya hanya untuk menyapu sampah di jalan – jalan protokol atau jalan kelas satu. Sebab, menurut Armuji, mobil penyapu sampah ini cocok dioperasikan di jalan yang rata dan halus.

“Saya yakin kerja mobil ini akan lebih cepat, dan hasilnya lebih bersih dibandingkan tenaga manual atau tenaga pasukan kuning,” ucap dia.

Meski menggunakan mobil penyapu sampah, Armuji menyarankan DKP tetap mempekerjakan pasukan kuning yang di Kota Surabaya jumlahnya sekitar 900 orang. Mereka nantinya bisa difokuskan membersihkan jalan selain jalan protokol dan wilayah perkampungan.

“Tenaga mereka dibagi rata ke 31 kecamatan. Jadi, semua jalan di Surabaya bisa sama–sama bersih,” terangnya.

Selama ini, ungkapnya, untuk pengangkutan sampah di kampung-kampung, masyarakat menggunakan sistem iuran. Karena sistem ini pula menjadikan pengelolaan sampah di kampung-kampung tak maksimal, seperti banyak sampah tak terangkut.

Memang, ada jadwal pangangkutan sampah di kampung-kampung. Namun kebanyakan pengangkutan sampah itu tak seusai jadwal.

Salah satunya yang ada di kampung dan kediaman rumah dinas Ketua DPRD di Jl Porong Surabaya. Menurut Armuji, hingga lebih dari seminggu sampah di kampung tak diangkut.

“Warga sudah ditarik iuran sampah. Jangan sampai di tengah kota bersih penuh taman. Tapi di kampung kotor. Jika sampah itu terus menumpuk akan menimbukkan masalah kota. Tidak hanya pandangan mata, tapi juga bisa menimbulkan bibit penyakit. Kondisi ini tak bisa dibenarkan,” tandasnya.

Jika ada pasukan kuning didrop, maka iuran sampah di kampung kampung bisa ditiadakan. “Selama ini pasukan kuning dibayar sesuai UMK Kota Surabaya. Mereka bekerja dibayar APBD,” ungkap dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Warga Ponggok Kesulitan Air Bersih, PDIP Kediri Salurkan Bantuan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

KEDIRI – Kesulitan air bersih yang dialami warga Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mendorong DPC PDI ...
HEADLINE

Megawati di Merah Muda Fest: Anak Muda Harus Kritis dan Bertanggung Jawab atas Masa Depan Bangsa

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendorong generasi muda berani berpikir kritis, ...
SEMENTARA ITU...

Hujan Tak Surutkan Semangat, Ribuan Warga Blitar Ikuti Jalan Sehat Hari Santri

BLITAR – Hujan rintik-rintik tak menyurutkan semangat ribuan warga Kabupaten Blitar mengikuti Jalan Sehat Hari ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Dukung Gantangan Perkutut Trenggalek, Berpotensi Gerakkan Ekonomi Lokal

TRENGGALEK – Gantangan burung perkutut di Kabupaten Trenggalek berpotensi berkembang menjadi penggerak ekonomi ...
KRONIK

Kanang: Banteng Futsal League Mbah Kung Cup Bagian dari Konsolidasi Partai

NGAWI – Banteng Futsal League Mbah Kung Cup 2026 menjadi bagian dari konsolidasi PDI Perjuangan untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Kemloko Jadi Agropolitan, Kembangkan Potensi Wisata Koi

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, mendorong masyarakat Desa Kemloko, Kecamatan ...