oleh

Ketua Dewan Soroti Pabrik Paving Rekanan Pemkot Surabaya

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Armuji menyoroti pemilihan produsen paving oleh pemerintah kota dalam proyek pavingisasi.

Menurut Armuji, banyak kontraktor mengeluh, karena pengiriman telat, dan kualitas paving buruk.

Menindaklanjuti keluhan itu, pada Sabtu (12/8/2017) dia melakukan sidak ke tiga pabrik paving rekanan Pemkot Surabaya. Sidak dilakukan karena surat undangan hearing di Komisi C DPRD Surabaya pada bulan lalu, tidak digubris.

“Makanya kita sidak. Kita ingin lihat apakah memang tiga produsen ini punya pabrik. Soalnya proyek paving ini pakai dana APBD, kalau molor kan susah,” kata Armuji, kemarin.

Dia mengungkapkan, awalnya pemkot hanya menunjuk dua produsen paving, yakni Focon dan Conblock. Ternyata dua pabrik paving tersebut tak mampu memenuhi permintaan kontraktor.

Akhirnya pemkot menambah satu produsen lagi, yakni Mercu. Harapannya, ujar Armuji, tiga produsen itu mampu memenuhi permintaan paving oleh kontraktor.

Namun, hasilnya tetap sama. Tiga perusahaan tersebut tetap tak mampu memenuhi banyaknya kebutuhan dalam proyek pavingisasi.

Dia mencontohkan, beberapa proyek pavingisasi di kawasan Semampir dan Bratang. Urukan untuk pemasangan paving sudah dilakukan, dan pembayaran paving juga sudah lunas.

“Tapi ternyata dalam sebulan paving yang dipesan belum juga datang. Ini kan mengancam kelancaran proyek,” tegas pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Masalah tak hanya sampai disitu. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, begitu paving datang, kualitasnya buruk.

Beberapa paving tampak keropos, sehingga mudah hancur. Padahal, paving yang digunakan harus memiliki kualitas K-350.

Oleh karena itu, dia minta Pemkot Surabaya agar terbuka, yakni memperbolehkan pihak kontraktor memesan paving ke produsen manapun. Yang penting paving memiliki kualitas K-350.

“Jadi pengerjaan bisa lebih cepat karena pemesanan paving tidak menemui kendala. Kalau hanya mengandalkan tiga produsen saja, rasanya kok seperti dimonopoli,” jelas Armuji.

Proyek pavingisasi ini, imbuh Armuji, menggunakan dana APBD 2017, sehingga diharapkan tidak sampai molor. (goek)