oleh

Ketua BMI: Memenangkan Ahok-Djarot adalah Harga Mati

-Berita Terkini, Kronik-49 kali dibaca

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Banteng Muda Indonesia (BMI) Nazaruddin Kiemas mengatakan, memenangkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) pada putaran dua Pilkada DKI Jakarta adalah tanggung jawab seluruh organisasi sayap PDI Perjuangan, sebagai partai pengusung pasangan Ahok-Djarot.

“Memenangkan bapak Ahok dan Djarot adalah harga mati untuk kami. Karena kami sadar dan meyakini bahwa Jakarta akan menjadi lebih baik lima tahun ke depan di tangan mereka berdua,” kata Nazaruddin Kiemas di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2017).

Sebagai organisasi sayap PDI Perjuangan, ungkap Nazaruddin Kiemas, pihaknya akan mengerahkan seluruh kader dan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BMI se-Indonesia, untuk memenangkan pasangan Ahok- Djarot.

“Kami akan mengeluarkan surat instruksi DPP BMI kepada DPD BMI untuk turun dan terjun langsung ke kantong-kantong masyarakat sampai pencoblosan nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen BMI Antoni Wijaya mengatakan, tugas seluruh kader BMI dua puluh hari ke depan difokuskan ke tempat-tempat di mana suara pasangan Ahok-Djarot lemah di pilkada putaran pertama, 15 Februari lalu.

“Kita fokuskan untuk menggarap titik-titik wilayah yang memang kemarin Pak Ahok dan Pak Djarot tidak unggul, dan prioritas kita menggarap basis suara nomor 1 dan floating mass atau golput kemarin,” ungkap Antoni.

Salah satu cara menarik perhatian warga dengan menggelar road show pasar murah untuk rakyat Jakarta. Road show tersebut dilakukan dalam rangkaian acara peringatan ulang tahun ke-17 BMI yang mengusung tema “17 Tahun BMI Bersama Rakyat”.

Acara ini pun dilakukan sebagai salah satu strategi untuk memenangkan pasangan Ahok-Djarot.

“Jadi dua minggu terakhir kita sudah melakukan pasar murah di sepuluh titik di Jakarta. Itu kami lakukan untuk memaksimalkan target kita, yaitu memenangkan Pak Ahok dan Pak Djarot di putaran kedua,” jelasnya.

Antoni juga mengatakan pada 19 April nanti BMI akan mengerahkan 2.000 kadernya dan Satgas Satria Bela Bangsa (SBB) untuk memantau dan mengawal TPS-TPS di Jakarta.

“Pada hari H nanti kita akan menurunkan 2.000 kader BMI dan Satgas BMI (SBB) ke TPS-TPS yang rentan terjadi intimidasi dan kecurangan pihak lain,” ucapnya. (goek/*)