Kembang Sari-nya Gus Ipul-Puti Berpihak kepada Penyandang Difabel

Loading

BLITAR – Pasangan Cagub-cawagub Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno punya program unggulan yang di dalamnya berpihak kepada para penyandang difabel.

Program yang termasuk sembilan program unggulan pasangan nomor urut dua tersebut bernama Kembang Sari.

Puti Guntur menyebutkan, Kembang Sari adalah mengembangkan sarana prasarana infrastruktur publik. Ke depan, katanya, Pemprov Jatim harus menyadari bahwa banyak penyandang disabilitas yang perlu mendapat keberpihakan sarana dan prasarana publik.

“Seperti taman dan fasilitas olahraga. Sehingga para penyandang disabilitas bisa ikut beraktivitas dengan masyarakat lainnya,” kata Puti, saat bertemu komunitas difabel di Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Minggu (8/4/2018).

Selain pemprov, pelaksaan program yang berpihak kepada kaum difabel ini akan berkoordinasi dengan pemerintah kota/kabupaten. Dia berharap Pemerintah Kabupaten Blitar bisa menjadi pilot project pembangunan sarana prasarana untuk penyandang disabilitas.

Selain Kembang Sari, tambah Mbak Puti, pihaknya juga punya program Superstar (Sentra UMKM dan Pemberdayaan Start Up) yang akan memfasilitasi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Lewat program ini, mereka bisa mendapatkan pelatihan, akses modal, serta riset pasar agar bisa melakukan kegiatan ekonomi sehingga bisa mendapatkan penghasilan.

Puti juga mengenalkan program sekolah gratis bagi anak para penyandang disabilitas yang bersekolah di SMA-SMK Negeri. Program bernama Dik Dilan ini dimaksudkan agar proses pemerataan pendidikan di wilayah Jawa Timur dapat dilakukan.

Di Kabupaten Blitar terdapat 1.034 anggota Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI). Di Desa Darungan, mereka bertemu dengan Puti Guntur Soekarno untuk menyampaikan masukan agar nantinya bisa direspon Pemprov Jatim.

Tampak mendampingi Puti, anggota DPR RI dari dapil 6 Jawa Timur Eva Kusuma Sundari, Bupati Blitar Rijanto dan Wabup Blitar Marhaenis Urip Widodo.

Ketua PPDI Kabupaten Blitar Ahmad Sugik mengaku ada beberapa hal yang selama ini luput dari perhatian pemerintah, terhadap penyandang disabilitas di Kabupaten Blitar. Salah satunya adalah kesulitan mereka dalam mendapatkan kaki palsu.

“Banyak di antara kami yang membutuhkan kaki palsu agar bisa berkegiatan seperti orang normal pada umumnya. Sehingga kami berharap kedepan hal-hal semacam ini lebih diperhatikan agar mereka bisa bekerja,” ungkapnya.

Setelah bertemu penyandang disabilitas, Puti melanjutkan safarinya kampanye ke sejumlah tempat di Kabupaten Blitar. Yakni ke industri kecil mebel, menemui pengunjung lokasi wisata, serta melihat pertunjukan seni di Candi Sawentar. (goek)