oleh

Keluarga Pendiri Ponpes Darul Ulum Jombang Ini Doakan Gus Ipul-Puti Menang

-Berita Terkini-2 kali dibaca

JEMBER – Di hari ke-4 bulan Syawal 1439 H, Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno mengunjung Nyai Latifah Mustain, di Pondok Pesantren Annuriyyah, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember, Senin (18/6/2018).

Nuansa Lebaran Idul Fitri masih kental ketika cucu Bung Karno itu tiba pondok. Turut menyambut, salah satu pengasuh Ponpes Annuriyyah, Ubaidillah Amin Muhammad, atau akrab disapa Gus Ubed.

“Selamat datang Mbak Puti, di pondok kami. Semoga silaturahmi dan persaudaraan tetap terjalin baik,” ucap Gus Ubed mempersilahkan Puti masuk kediaman Nyai Latifah Musta’in.

Nyai Latifah Mustain adalah istri pendiri Pondok Pesantren dan Universitas Darul Ulum, Rejoso, Jombang yakni (alm.) Dr KH Musta’in Romli. Saat ini Nyai Latifah tinggal di Jember.

Setelah mendapat salam dan dipersilakan Gus Ubed, obrolan pun mengalir. Menurut Puti, kunjungannya itu sebagai bagian dari silaturahmi.

“Kunjungan kami yang mendadak ini untuk sowan, dan silaturahmi dan minta doa restu agar jalannya pilkada aman dan lancar hingga masa coblosan 27 Juni nanti,” terang Puti.

Nyai Latifah Musta’in lantas memimpin doa untuk pasangan Cagub-cawagub Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, kandidat nomor 2 Pilkada Jawa Timur, agar berhasil memimpin provinsi ini.

Usai berdoa, Puti menyempatkan sowan di rumah KH Nurus Sholeh, salah satu pengasuh Ponpes Annuriyyah yang masih satu komplek. Mereka melakukan swafoto dengan keluarga besar (alm) KH Musta’in Romli.

Sementara itu dari Surabaya diberitakan relawan Pasangan pendukung Gus Ipul dan Mbak yang tergabung dalam Barisan Pembaharuan (BP) Jatim terus fokus menggarap pemilih perempuan.

Hal ini sengaja dilakukan untuk meyakinkan para perempuan, terutama pemilih pemula agar semakin yakin memilih paslon nomor 2.

“Kami turun ke bawah dan menyapa langsung para pemilih perempuan dan memperkenalkan sosok Gus Ipul – Mbak Puti dan program-program prioritas untuk perempuan,” terang Ketua Presidium Pusat BP.

Menurutnya, Barisan Pembaharuan menggunakan jaringan relawan perempuan dan aktivis perempuan untuk bergerak secara kolektif dan massif. Jaringan ini dimaksimalkan di Madura, Malang Raya, Surabaya-Sidoarjo, Tapal Kudan dan sekitarnya.

“Kerja para relawan perempuan Barisan Pembaharuan ini bertugas melakukan sosialisasi dan perkenalan Gus Ipul-Puti. Selain itu mereka bekerja mengarahkan perempuan hadir ke TPS dan mencoblos No 2 Gus Ipul – Mbak Puti,” ujar aktivis Intelektual Muda asal Madura ini. (goek)